SURYA Online, SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Fatkur Rohman, mengaku prihatin dengan prestasi pendidikan Surabaya. Menurut politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, Dinas Pendidikan Kota Surabaya harus mengevaluasi menyeluruh untuk menemukan penyebab kalah bersaingnya siswa Surabaya dengan daerah lain.
“Kalau diukur dengan anggaran pendidikan yang lebih dari 30 persen APBD, capaian Dindik memang tidak bagus. Namun begitu, evaluasinya jangan digeneralisasi. Harus ada fokus ke permasalahannya apa,” tegas Fatkhur, Jumat (25/5/2012).
Dijelaskan Fatkur, peringkat tujuh secara nasional memang tidak jelek. Hanya saja, dengan anggaran pendidikan yang besar, Surabaya ternyata kalah dengan Sidoarjo yang menduduki peringkat pertama. “Dibandingkan tahun lalu yang tidak masuk 10 besar, capaian tahun ini memang lebih baik. Namun, ternyata ada daerah di Jawa Timur yang malah jauh lebih baik dari kita. Nah ini yang harus kita cari apa penyebabnya,” tukas Fatkur.
Dia menegaskan, dindik jangan melakukan evaluasi general. Harusnya, lanjut dia, evaluasi dilakukan sekolah per sekolah. Pasalnya, ada sekolah yang sudah baik sehingga tidak bisa disamakan dengan sekolah-sekolah yang kurang baik prestasinya.
“Kalau disamakan semua, kan tidak fair. Makanya harus evaluasi berbasis sekolah. Contohnya kalau kita membahasa kemiskinan di Surabaya. Kan setiap kecamatan angka kemiskinannya berbeda. Ada kecamatan yang bagus pengentasan kemiskinannya, kan tidak bisa diperlakukan umum seperti kecamatan secara keseluruhan,” ulasnya.
Rencananya minggu depan komisi D akan memanggil Kadindik Surabaya untuk membahas masalah prestasi pendidikan Surabaya. miftah faridl