INILAH.COM, Jakarta – PKS menilai survei politik yang dilakukan Lembaga Riset Indonesia (LRI) yang menyimpulkan PKS hanya mampu meraih 11,6% suara di Pemilu 2009, sama sekali tidak akurat. Sebab riset PKS selama ini menunjukkan perolehan suara partai dakwah itu bisa mencapai 14-15%.
“Hasil LRI tidak akurat. Saat ini suara pemilih atau koresponden masih akan terus berubah. Riset PKS di lapangan menunjukkan perolehan suara PKS jauh lebih optimis, yaitu mencapai 14-15%,” kata Sekjen PKS Anis Matta PKS kepada INILAH.COM di Jakarta, Senin (23/2).
LRI dianggap Anis belum memasukkan beberapa variabel dalam surveinya, seperti parpol. Faktor penyesuaian masih belum terlihat. Hasilnya pun dinilai belum menggambarkan fakta yang sebenarnya. Saat pelaksanaan survei juga masih terlalu jauh dari waktu pemilu legislatif.
“Bulan Januari pasti belum dilihat. Padahal strategi parpol saja baru dibentuk pada bulan itu dan dilancarkan pada bulan Februari. Sedangkan survei ini paling hanya dilakukan selama 2 minggu,” ujar Anis.
Anis mengaku akan lebih percaya dengan pengumuman hasil survei LRI jilid dua yang rencananya akan dipublikasikan pada bulan Maret mendatang. Sebab momennya lebih mendekati pemilu legislatif 9 April.
“Di saat inilah kita bisa benar-benar cermati dan sikapi hasil surveinya,” tutup Anis.
Hasil survei LRI pada 8-16 Februari 2009 menyebutkan, jika pemilu diadakan esok hari, maka parpol yang dipilih adalah Golkar 20,1%, PD 15,5%, PDIP 15,3%, PKS 11,6%, Gerindra 5,29%, PAN 5,13%, PPP 2,86%, PKB 2,33%, Hanura 1,96%, dan PBB 0,9%. [sss]