Minggu, 19 Nopember 2006
pks-surabaya.or.id – Ada 3 slogan menjadi “Pijakan’ Partai kita dalam berinteraksi dan bergaul dengan masyarakat. Slogan tersebut memang singkat dan sederhana namun kalau kita mau merenungkan secara mendalam sebenarnya mengandung makna yang kuat dan selaras dengan apa yang disampaikan oleh Rasulullah saw dalam sebuah hadist yang berbunyi :
‘Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”
(HR. Qudhi dari Jabir)
Slogan itu adalah Nahnu minhum, nahnu ma`ahum dan Nahnu Lahum. Nahnu Minhum berarti bahwa kita ini berasal dari masyarakat. Karenanya kita harus bersama dengan mereka. Nahnu ma`ahum berarti bergaul dengan mereka. Melibatkan diri dan mampu melibatkan mereka dalam aktivitas-aktivitas kebaikan kita. Sedangkan Nahnu Lahum secara sederhana diartikan bahwa setiap amal dan aktivitas kita, secara individu, jama`i (bersama) maupun aktivitas yang melibatkan mereka, pastikan memberikan manfaat bagi mereka. Inilah prinsip pelayanan kepada masyarakat.
‘Menjadi Partai Da`wah yang kokoh dan profesional dalam melayani dan memimpin masyarakat menuju Surabaya mandiri, adil, dan sejahtera”. Begitulah bunyi VISI Partai kita untuk tahun 2006-2010. Partai keadilan Sejahtera adalah Partai Da`wah. Asal muasal aktivitas kita adalah dakwah. Yaitu bagiamana kita senantiasa memperkuat kebaikan dan mengeliminir kemungkaran melalui aktivitas pribadi maupun aktivitas kelompok (bersama) dalam bentuk apapun dan dimanapun aktivitas itu dilakukan.
Ditempatkannya tiga kader kita di anggota DPRD kota Surabaya (Ahmad Jabir, Akhmad Suyanto, dan Yulyani), misalnya, tidak terlepas dari prinsip dakwah yaitu bagaimana manuver-manuver mereka harus mampu memperkuat kebaikan dan mengeliminir kemungkaran untuk masyarakat Surabaya. Dakwah partai kita harus bisa diterima semua elemen masyarakat Surabaya, tidak terkecuali.
RENSTRA (Rencana Strategis) yang sudah dibuat harus bisa menginspirasi munculnya berbagai strategi untuk menembus berbagai wilayah dakwah dan segmen masyarakat. Kebaikan yang kita taburkan semoga memberikan perubahan menuju Surabaya yang lebih baik. Dalam rangka optimalisasi ”peran dakwah” ini maka kita harus menjadi Partai yang kokoh dan profesional.
Struktur yang kokoh harus didukung oleh data dan informasi (datin) yang kuat. Ini penting untuk membantu tertib organisasi dan ketajaman analisa kita. Kapasitas Qiyadah (SDM Struktur) juga harus diperbaiki khususnya sisi leadership dan kreativitas bermanuver di lapangan. Harus dimunculkan aktivitas-aktivitas formal maupun informal untuk memperkuat soliditas dan sinergisitas struktur serta kultur nasihat menasihati.
Kekokohan struktur juga dilihat sejauh mana kita punya internal control yang kuat. Ada sebuah nilai standar yang kita miliki sehingga tidak mudah diinterferensi oleh kekuatan luar yang negatif. Disamping kokoh struktur juga harus bisa profesional. Indikasi profesionalitas struktur antara lain bagaimana amanah harus disesuaikan dengan potensi kader, ada indikator kerja, keberhasilan dan kegagalan harus terukur. Tujuan dan target harus jelas. Ada alur/proses yang jelas, dan ada hasil akhir yang baik.
Partai kita adalah partai kader, karenanya struktur yang kokoh akan bisa optimal dan langgeng berjalan ketika didukung oleh SDM yang kokoh pula. Yaitu kader-kader yang memiliki kekokohan dalam sisi maknawi (ruhiyah), fikri (pemikiran) dan jasadi (stamina). Karenanya struktur perlu memiliki sistem pengawalan muwashofat (kualitas) kader yang kuat sehingga senantiasa muncul komitmen dan semangat pada diri kader untuk ihsan dan bermanfaat bagi umat dan masyarakat Surabaya.
Dengan struktur dan kader seperti itulah, PKS berjuang dan sigap memberikan pelayanan, yang mampu memberikan solusi permasalahan masyarakat. Struktur harus memiliki ma’rifah maidaniyah (pemahaman peta/kondisi masyarakat) dan harus mampu membangun partisipasi publik (melibatkan masyarakat, profesional, dll) dan mampu bekerjasama dengan anggota legislatif serta pemerintah terkait untuk menyelesaikan problem-problem masyarakat Surabaya.
Kita tidak bisa sendiri, kita harus bisa bermusyarokah (bersama dengan pihak lain) untuk membangun Surabaya. Sigap dan menjadi pioner dalam melayani dan bermusyarokah akan menjadi embrio sebuah jiwa kepemimpinan di Surabaya. Kepemimpinan sering diartikan sebagai kemampuan memberikan pengaruh, baik melalui statement (kata-kata) maupun action (aksi nyata), namun bagi PKS Surabaya kepemimpinan juga berarti kemampuan kita memberikan keteladanan dan kepeloporan.
Kepemimpinan seperti itulah yang mampu menggerakkan masyarakat untuk bisa berpartisipasi aktif dalam membangun kota Surabaya. Karenanya PKS Surabaya merasa perlu untuk menyiapkan kepemimpinan ini dengan melakukan proses pendidikan khusus jalur partai kepada kader-kader pilihan. Dan dalam waktu bersamaan berkomunikasi degan semua elemen untuk membangun komitmen bersama dalam mengawal pos-pos kepemimpinan di Surabaya agar tercipta masyarakat Surabaya mandiri, adil dan sejahtera.