Skip to content

1 Comment

  1. kang harjo
    April 30, 2008 @ 9:42 pm

    apalagi kalau sudah menjadi pemimpin, pasti akan selalu merindukan kehadiran anak buahnya.

    “Kenapa si fulan tidak hadir dan tidak ada kabarnya? apa dia sakit atau apa?,
    Kenapa antum terlambat yaa akhi? apa yg menghalangi antum koq sampai terlambat?,
    Kenapa? dimana? ada apa dg si ini, si itu? ….”

    kita perlu “merasa” menjadi pemimpin yang selalu memperhatikan dan menghargai anak buahnya walaupun sebenarnya kita di posisi sebagai anak buah.

    kalau saja setiap kader bisa sadar untuk menghargai orang lain, maka keterlambatan dan ketidakhadiran akan lebih sedikit kita jumpai

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *