Jawa Pos. Bulan ke-8 tahun ini segera berakhir. Namun, dana operasional untuk pendidikan anak usia dini (PAUD) sama sekali belum dicairkan. Padahal, pengoperasioan sebagian PAUD mengandalkan bantuan dari pemkot itu.
Anggota komisi D DPRD Surabaya Fatkur Rohman mengatakan, dari penjaringan aspirasi masyarakat (jasmas) yang dilakukannya, terungkap bahwa sejak Januari 2011, dana operasional untuk PAUD belum dicairkan sama sekali. “Itu terungkap ketika saya jasmas (jarring aspirasi) di Kelurahan Morokrembangan, Krembangan. Padahal, dana operasional PAUD sudah ada dalam APBD 2011. Saat itu anggarannya pernah dibahas di Komisi D,” katanya.
Politikus PKS tersebut menambahkan, dalam APBD telah dianggarkan dana operasional untuk PAUD di Surabaya. Menurut data di dispendik, ada 813 PAUD di Surabaya. Setiap PAUD akan mendapat dua model anggaran. Yaitu, uang transportasi untuk bunda PAUD sebesar Rp. 50 ribu per bulan dan uang operasional Rp. 150 ribu per PAUD per bulan. Uang transportasi untuk bunda PAUD memang sudah cair.
Menurut ketua RW VI Kelurahan Morokrembangan Soebandi, ada Sembilan PAUD di kelurahannya. “Setiap RW memiliki satu PAUD. Kelurahan Morokrembangan terdiri atas Sembilan RW,”katanya. Dia membenarkan bahwa seluruh PAUDdi wilayahnya belum menerima dana operasional. “Saya juga sudah menanyakan ke Paguyuban Bunda PAUD Kecamatan Krembangan, katanya memang belum cair,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Kesenian, Olahraga dan Pendidikan Luar Sekolah Dinas Pendidikan Surabaya Edi Santoso megungkapkan, hal tersebut terjadi karena revisi kode rekening dan satuan yang berubah dari bapemas ke dispendik. Hal itu dilakukan agar tidak ada kesalahan administrasi yang terjadi di kemudian hari. “kami tidak ingin ada kesalahan. Karena itu, kami perlu berhati-hati. Kalau masalah administrasi sudah beres, pasti dana tersebut segera cair,” jelasnya. (dew/c7/oni)
Sumber : Jawa Pos.