Bhirawa Online. Hidran di Balai Pemuda Tak Berfungsi, Salah satu cagar budaya milik Pemkot Surabaya yang paling berharga Gedung Balai Pemuda, Selasa sore (20/9), terbakar sekitar pukul 16.55 WIB. Kebakaran pertama kali diketahui berasal dari bagian belakang gedung, tepatnya di ruangan wartel dan kantin.
Dalam waktu sekejap, atap gedung yang biasanya digunakan untuk kegiatan seni dan berbagai macam pameran tersebut habis terbakar, karena hembusan angin yang cukup kencang. Selain itu, bangunan atap yang terbuat dari kayu yang sudah tua dan kering, menambah mudah terbakarnya atap gedung dan kusen gedung bagian belakang.
Proses pemadaman gedung yang tepat bersebelahan dengan SMAN 6 Surabaya ini cukup sulit. Sebab kebakaran terjadi tepat jam pulang kerja, sehingga mobil PMK kesulitan menembus jalanan protokol Kota Surabaya. Selain itu, dari informasi yang berhasil dihimpun Bhirawa di lapangan, hidran yang ada di Balai Pemuda tak berfungsi. Sehingga mobil PMK kesulitan mencari air untuk menyiram api yang terus membesar.
Untungnya, sebanyak 10 mobil milik Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya yang biasanya dipakai menyiram taman secara sigap menyuplai air mobil PMK. Akhirnya, dalam waktu sekitar satu jam, api bisa dipadamkan. “Api sudah berhasil kita dijinakkan, tapi kami masih melakukan upaya pembasahan,” kata Kasi Pencegahan dan Pengendalian PMK Kota Surabaya, Ari Bekti kepada wartawan di lokasi.
Untuk memadamkan api, hingga pukul 18.30 WIB, sebanyak 15 unit mobil PMK dan ambulans masih stand by di lokasi. Petugas PMK masih bahu membahu melakukan pembasahan di gedung di Balai Pemuda tepatnya bersebelahan dengan Masjid Assakinah yang sebagian atapnya sudah runtuh.
Dalam kebakaran tersebut, banyak pejabat pemkot dan anggota DPRD Kota Surabaya yang langsung turun kelokasi. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Wakilnya Bambang DH terlihat cemas dan kebingungan. Bahkan Risma harus rela turun langsung ke jalan ikut mengatur jalan di Jl Gubernur Suryo agar mobil PMK bisa lewat. “Waduh, kok gak bisa lewat,” ujar Risma, sambil mondar mandir di trotoar Jl Gubernur Suryo.
Meski terlihat kebingungan, tetapi Risma terlihat terus berkoordinasi dengan polisi lalu lantas, dishub, linmas dan juga dengan pejabat terkait untuk segera menangani kebakaran. Sementara itu, Bambang DH terlihat masuk ke area gedung balai pemuda untuk melihat seberapa parah kebakaran.
“Saya pertama kali tahu jika Gedung Balai Pemua terbakar dari anak buah saya bernama Erwin. Dia menelepon saya sekitar pukul 17.07 WIB. Saat itu juga saya langsung menelepon Kepala PMK (Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya Nursi Farouk, red), dan Alhamdulillah dalam waktu kurang 20 menit mobil PMK sudah datang,” kata Wakil Wali Kota Surabaya Bambang DH, ditemui disela-sela memantau langsung dilokasi kebakaran.
Menurut informasi yang diterima Bambang DH dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya Wiwik Widayati, gedung Balai Pemuda yang letaknya di sebelah barat ini ada bagian yang sedang dalam proses perbaikan, yang dilakukan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Surabaya.
“Saya dapat info, kebakaran berasal dari proses pengelasan. Tadi juga ada yang mendengar ledakan di bagian belakang gedung. Apakah ini penyebab kebakaran, saya belum bisa memastikannya. Perlu ada investigasi lebih lanjut,” ungkapnya.
Sementara itu, akibat kebakaran di gedung pameran kompleks Balai Pemuda Surabaya Jalan Gubernur Suryo tersebut, membuat seorang petugas PMK terluka. Petugas dari PMK Pasar Turi itu mengalami bengkak pada tangan kanannya.
Menutur Kasi Pencegahan dan Pengendalian Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Surabaya, Ari Bekti Iswantoro, petugas PMK dari induk Pasar Turi yang bernama Mujib itu berusaha menyemprotkan air ke titik api. Tiba-tiba, selang yang mengeluarkan air tersebut, gerakannya tidak beraturan sehingga Mujib mengalami luka-luka akibat tersentak selang.
Mujib pun langsung mendapatkan pertolongan dari rekan-rekannya. Kemudian petugas PMI Kota Surabaya melakukan pertolongan pertama dengan cara memperban tangan kananya, kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan lebih lanjut.
Mengomentari terjadinya kebakaran di Balai Pemuda tersebut, Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Surabaya, Fatkur Rohman mengatakan, penyebab terjadinya kebakaran harus ditelusuri. Tujuan untuk mengetahui secara pasti apakah ada unsur kesengajaan atau tidak. Karena bagaimanapun juga gedung Balai Pemuda merupakan bangunan cagar budaya yang harus dijaga kelestariannya.
” Petugas PMK atau bila perlu polisi harus mencari tahu penyebab terjadinya kebakaran,” ungkapnya saat dikonfirmasi sambil menyaksikan terjadinya kebakaran.
Lebih lanjut, Fatkur mengaku salut dengan sikap wali kota. Tanpa canggung, wali kota langsung terjun langsung kelokasi kejadian dan ikut berlarian kesana kemari untuk mengatur sejumlah anak buahnya. “Saya salut dengan wali kota. Bahkan sampai mengambil Ht untuk memegang kendali,” pungkasnya. [iib]