Belum Ada Perda Tarif
SURABAYA – SURYA- RSUD Bakti Dharma Husada (BDH) Kota Surabaya terancam gagal diresmikan 30 Januari 2010. Sebab, sampai kini belum ada perda tentang tarif pelayanan.
“Tanpa perda tarif, RSUD BDH belum bisa dioperasionalkan,” kata Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Surabaya Fatkur Rohman, di Surabaya, Minggu (17/1).
Menurut Fatkur, DPRD Kota Surabaya belum membentuk pansus. Yang sudah dilakukan kalangan dewan baru sebatas membahas usulan raperda yang diajukan Bagian Hukum Pemkot Surabaya dalam forum badan musyawarah (banmus). “Baru sebatas menyepakati membentuk pansus yang anggotanya diambilkan dari lintas fraksi,” katanya.
Peresmian pembentukan pansus itu sendiri direncanakan dalam rapat paripurna Senin (18/1). Meski demikian, ia mengatakan belum ada jaminan dari anggota dewan untuk mempercepat pembahasan raperda tarif itu agar selesai sebelum 30 Januari 2010.
Namun, kata Fatkur, pihaknya akan mempertanyakan bila pansus akan mengebut dalam penyelesaian raperda tarif itu. “Mengapa kita mesti menuruti keinginan pemkot? Toh, tidak dioperasionalkan 30 Januari kan tidak apa-apa,” ujarnya.
Pemkot, kata Fatkur, sejak lama telah memasukkan raperda ke dewan, tetapi surat dari pemkot itu baru dibahas dalam rapat banmus 15 Januari 2010. Kalau pembahasan raperda tarif RSUD BDH diselesaikan dalam waktu singkat, hasilnya bisa tidak maksimal. “Bisa-bisa nanti DPRD dicap hanya menjadi tukang menyetujui keinginan pemkot,” katanya.
Kadinkes Surabaya Esty Martiana Rachmie mengatakan, pihaknya hanya merencanakan sesuai yang telah dijadwalkan. Kalau DPRD tidak bisa menyetujui raperda tarif RSUD BDH sebelum tanggal pengoperasionalan, maka imbasnya adalah pembukaan akan tertunda. “Intinya, kami sudah memasukkan rancangan itu sejak Oktober 2009. Perkara mundur atau tidak bukan saya yang menentukan,” katanya.
Namun, Esty optimistis pembahasan raperda akan dilakukan secepatnya. “Kami berharap masih sesuai rencana. Tapi, kalau DPRD Surabaya berpendapat lain, ya, silakan. Yang penting saya sudah mempersiapkan semaksimal mungkin,” katanya.