SURABAYA – Surya– DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Surabaya menyatakan dua bakal calon wali kota (cawali) Surabaya yang diusungnya bukan harga mati. Masih terbuka koalisi dengan parpol lain.
Hal itu diungkapkan Ketua DPD PKS Surabaya Fathur Rohman di sela rapat kesiapan seluruh PAC PKS menuju Pilwali 2010 di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Minggu (17/1). Dua bacawali yang dimaksud adalah mantan anggota komisi B DPRD Surabaya Yuliyani dan mantan Direktur Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) Surabaya Hemi Wahyunianto.
Terkait koalisi ini, PKS akan berkomunikasi politik dengan sejumlah parpol untuk menyamakan persepsi. “Dalam komunikasi politik, kami juga menawarkan dua bakal calon dari PKS kepada partai lain,” katanya.
Namun demikian, kata Fathur, pihaknya masih menunggu arahan DPP PKS untuk menentukan siapa cawali dan cawawali yang akan diusung dalam koalisi. Terkait ini, pihaknya akan melakukan dua survei akhir Januari dan Februari ini.
“Survei pertama untuk melihat dinamika perpolitikan di Surabaya, sedangkan pada Februari untuk melihat siapa calon-calon yang ada dengan pertimbangan Maret sudah ada pendaftaran cawali-cawawali,” katanya.
Sebelumnya, Ketua DPD PKS Surabaya Ahmad Suyanto, mengakui parpolnya belum ada sikap berkait dengan “ajakan” dua parpol lain, yakni PKB dan Gerindra, untuk mengusung calon sendiri dalam Pilwali Surabaya 2010.
Menurut Wakil Ketua DPRD Surabaya ini, PKS masih berpatokan pada koalisi besar di tingkat pusat, yakni DPP Demokrat dan DPP PKS. Harapanya, kata dia, dengan koalisi tersebut calon, yang diusung DPD PKS Surabaya bisa duduk pada posisi L2 (wakil wali kota).
Ahmad Suyanto menambahkan, kalau koalisi besar ternyata tidak bermanfaat, maka kemungkinan besar PKS akan bergabung dengan koalisi “poros tengah” (PKB dan Gerindra). Meski demikian, PKS akan meminta “jatah” calonnya untuk duduk pada posisi wali kota (L1). Sikap ini diambil lantaran perolehan suara dalam pemilihan legislatif lalu PKS mengumpulkan suara lebih banyak dibanding PKB dan Gerindra.