Jawa Pos Surabaya – Ada kabar gembira untuk para lansia dan pengajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pada 2013 kebutuhan mereka bakal lebih diperhatikan. Dalam rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran (Banggar), usul awal pemenuhan kebutuhan dasar permakanan bagi lanjut usia yang diplot Rp 9,6 miliar naik menjadi Rp 18,2 miliar. Sedangkan pemberian transport kepada tenaga pendidik PAUD yang semula senilai Rp 7,9 miliar terkerek menjadi Rp 18,5 miliar. Untuk lansia, salah satu poin yang mencolok adalah anggaran tambahan makanan pokok, yang awalnya diplot Rp 4 ribu per orang menjadi Rp 6 ribu per orang.
“Kami pikir mereka layak mendapatkannya,” ujar Ketua Fraksi PKS Fatkur Rohman. Saat ini yang perlu dibahas pemkot adalah sinkronisasi data. Sebab, di lapangan, masih ada lansia yang belum terdata. Ada data dari Badan Pusat Statistik yang berbeda dengan fakta di lapangan. Hal semacam itu tergolong urgen segingga butuh penanganan secepatnya.
Di sisi lain, kabar gembira juga dirasakan para tenaga pendidik PAUD. Tahun ini tiap tenaga pendidik PAUD mendapatkan uang transport dua kali dalam satu bulan. Masing-masing Rp 25 ribu sehingga total Rp 50 ribu per bulan. Jumlah mereka mencapai 13.313 orang.
Pada 2013 tenaga pendidik PAUD dikelompokkan menjadi dua. Pertama, tenaga pendidik formal. Yaitu, tenaga pendidik TK. Masing-masing akan diberi uang transport 6 x Rp 25 ribu per bulan. Kedua, tenaga pendidik informal. Yakni, tenaga pendidik PPT (Pos PAUD Terpadu), KB (Kelompok Bermain) dan TPA (Tempat Penitipan Anak). Masing-masing diberi uang transport 4 x Rp 25 ribu per bulan.
“PAUD adalah fondasi segala jenjang pendidikan. Pantas kalau mereka yang bertanggung jawab terhadapnya mendapatkan dukungan finansial,” kata lelaki yang juga anggota Komisi D (bidang kesejahteraan rakyat) tersebut.
Mantan Ketua Pansus Raperda Penyelenggaraan Pendidikan, Yayuk Puji Rahayu menyatakan bahwa pihaknya telah menghitung anggaran itu secara mendetail. Jumlah kenaikan masih masuk akal dan pasti bisa dipertanggungjawabkan. “Mereka yang menerima bantuan itu kan pada dasarnya adalah sukarelawan. Itu adalah apresiasi bagi sukarelawan yang mau mengabdikan diri pada PAUD,” terang dia. (rio/c11/mik)