SURABAYA PAGI– Besarnya lokalisasi Dolly ternyata tidak mampu menampung pekerja seks komersial (PSK) di Surabaya. Kini, para PSK sudah memperluas jaringannya ke tempat wisata Kenjeran Park. Ironisnya, pengelola tempat wisata 24 jam itu tidak membuka pintu untuk praktek PSK.
Akibatnya, warga sekitar pantai Ria Kenjeran prihatin dengan maraknya praktek prostitusi yang ada dilokasi tempat warga berpariwisata tersebut. Ketua RW I Larangan Kecamatan Bulak M Solehan mengatakan, saat ini di pantai ria banyak berseliweran pekerja seks komersial ( PSK ), hal ini yang membuat warga sekitar merasa resah, pasalnya pantai ria merupakan tempat pariwisata keluarga. “Kalau ini tidak diambil tindakan tegas, saya khawatir lama-lama bisa seperti Dolly,” ujarnya.
Solehan menambahkan, modus yang dilakukan oleh para PSK adalah berpura-pura menjadi pelayan warung yang ada disekitar pantai ria Kenjeran, setelah menemukan lelaki hidung belang dan sesuai dengan tarif maka kedua pasangan akan langsung menyalurkan hasrat seksualnya dihotel yang ada dilingkungan pantai ria. “Tarif short time mulai dari 50 ribu hingga 200 ribu sekali kencan,” jelasnya.
Masih menurut Solehan, sebenarnya warga sekitar sudah berkali-kali memperingatkan para pemilik warung agar tidak memperbolehkan warungnya digunakan mangkal oleh para PSK, namun hal itu tidak diindahkan oleh pemilik warung “Saat ini menurut hitungan warga, ada sekitar 20an PSK yang mangkal disitu, ” urainya.
Pemilik hotel di pantai ria, lanjut Solehan juga terkesan memelihara keberadaan prostitusi liar tersebut, pasalnya pihak hotel akan mengalami keuntungan yang besar jika praktek prostitusi tersebut laku keras “Kalau dalam sehari PSK bisa melayani tamu, maka hotel akan menerima 5 kali pembayaran check in, ” terangnya.
Menanggapi hal ini, anggota Komisi D ( Kesra ) DPRD Surabaya Fatkhur Rahman mengatakan, jika memang praktek prostitusi ada, maka dirinya meminta kepada Bakesbanglinmas Kota Surabaya untuk melakukan sweeping terhadap lokasi-lokasi yang diduga dijadikan tempat mangkalnya para PSK “Harus cepat diambil tindakan, ” tukasnya.
Dalam waktu dekat, lanjut ketua Fraksi PKS DPRD Surabaya ini, pihaknya akan melakukan investigasi atas aduan warga tersebut. “Setelah itu, kita juga akan meminta keterangan dari Bakesbanglinmas,” pungkasnya.