SURABAYA – Jawa Pos. Berbagai upaya pengentasan kemiskinan terus dilakukan oleh sejumlah kalangan masyarakat. Salah satunya adalah lewat peresmian Rumah Pintar milik Lembaga Manajemen Infak (LMI) di Rumah Susun (Rusun) Wonorejo kemarin. Peresmian sarana tempat belajar bagi anak-anak kurang mampu itu dilakukan oleh Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri.
”Kami mendukung rumah pintar seperti ini,” tuturnya. Salim Segaf mengapresiasi rumah pintar itu yang dinilainya membantu masyarakat meningkatkan pendidikan mereka. Dia menegaskan, setiap masyarakat berhak mendapat perhatian dan kesejahteraan.Salim Segaf menyatakan, jumlah orang yang belum beruntung di Indonesia masih begitu tinggi. Misalnya, anak telantar yang mencapai lebih dari tiga juta orang. Balita telantar sejumlah tiga ratus ribu lebih dan anak jalanan yang mencapai dua ratus lima puluh ribu jiwa. Karena itu, Depsos pun siap bekerja sama dengan elemen masyarakat untuk membantu kalangan kurang beruntung tersebut. “Target 2025 Indonesia sejahtera harus diupayakan mulai sekarang,” tuturnya.
Itu dibenarkan oleh CEO LMI Wahyu Noviyan. Menurutnya Rumah Pintar itu adalah salah satu upaya pemberdayaan dan pendampingan lembaga oleh lembaganya. Wahyu menjelaskan, konsep rumah pintar adalah rumah singgah dan sekolah formal. “Ini untuk semua orang,” tuturnya. Rumah pintar tersebut ditujukan untuk anak yatim, duafa, anak jalanan, dan masyarakat sekitar rusun.
Ruangan berukuran sepuluh kali dua meter tersebut akan digunakan untuk PAUD, TK, dan sekolah keterampilan lainnya. Puluhan meja kecil dan permainan disiapkan untuk mendukung kegiatan belajar. “Memang masih sedikit peralatannya,” ujarnya. Pihaknya akan segera melengkapi peralatan untuk menunjang proses belajar. Selain itu, berbagai peralatan untuk kelas keterampilan juga telah dipersiapkan. Misalnya, mesin sablon, mesin jahit, dan peralatan otomotif.
Peresmian rumah pintar tersebut disambut gembira oleh warga. Salah satu yang mengungkapkan itu adalah Isti Yuliasih, penghuni rusun. “Anak saya bisa sekolah PAUD di sini,” ujarnya.
Sementara itu, Menkokesra Agung Laksono saat mendatangi Musda Kosgoro di Hotel Oval, Jalan Diponegoro, mengatakan siap membantu warga miskin. Kabinet bersatu jilid II di bawah kendali presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah merencanakan siap menggelontorkan 15 kilogram beras bagi setiap keluarga miskin (raskin). ”Saat ini masih dalam tahap pembahasan di DPR. Semoga bisa cepat terealisasi,” tuturnya.
Jika program tersebut dapat direalisasikan, berarti jatah beras raskin meningkat 2 kilogram. Selama ini, warga tidak mampu hanya mendapat bantuan beras seberat 13 kilogram saja. Penggodokan tersebut, lanjut Agung, karena adanya peningkatan anggaran. ”Cukup banyak anggaran tambahan untuk mewujudkan 2 kilogram beras itu, tidak bisa asal menaikkan saja,” tegasnya. (upi/dim/dos)