SURABAYA – Warga Surabaya tampaknya harus ekstra waspada terhadap aksi kebakaran. Selama September ini Dinas Kebakaran harus berjibaku dengan si jago merah sebanyak 56 kasus. Jumlah itu diprediksi akan bertambah sampai akhir bulan.
Kepala Dinas Kebakaran Kota Surabaya Chandra Oratmangun menuturkan,kebakaran memang terjadi hampir setiap hari.Musim kemarau yang terik dan kelalaian warga masih menjadi faktor utama terjadinya kebakaran. Salah satunya kebakaran hebat yang juga membuat petugas pemadam kerepotan adalah kebakaran Pasar Turi lama tahap III, Minggu (16/9). “Selama rentang Agustus lalu, tercatat 120 kali si jago merah mengamuk hebat dan menyebabkan kepanikan warga Kota Surabaya,” ujar Chandra kemarin.
Ia melanjutkan, fakta yang terjadi membuat pihaknya selalu siap setiap saat. Setiap harinya ada tiga peleton petugas yang terbagi dalam tiga shift. Yakni, shift pertama dari pukul 07.00-14.00 WIB,lalu14.00-22.00 dan 22.00-07.00 WIB.Total di Dinas Kebakaran Surabaya ada 423 personel.“Tapi yang 90 staf, dan sisanya petugas di lapangan. Jadi dengan jumlah petugas yang ada, kami memang harus benar-benar siaga,”jelasnya.
Ditanya apakah jumlah 37 unit mobil PMK sudah mencukupi untuk mengatasi seringnya kebakaran yang terjadi di Kota Surabaya, Chandra mengaku akan mengoptimalkan mobil PMK yang ada.“Sejauh ini kita masih bisa mengatasi dengan mobil yang ada.Tetapi kalau nanti misalnya ada penambahan kita terima dengan senang hati,”tegasnya.
Asisten III Pemkot Surabaya M Taswin mengatakan, kebakaran yang terjadi tetap menjadi ancaman menakutkan. Warga dihimbau untuk terus waspada terhadap ancaman kebakaran. Jangan sampai karena kelalaian, rumah maupun tempat usahanya dilalap si jago merah.