SURABAYA – Saat mayoritas anggota dewan berebut mengambil dana reses, kader-kader PKS di DPRD Surabaya memutuskan untuk tidak menerima uang yang nilainya lebih dari Rp 24 juta itu.
PKS memiliki tiga kader di DPRD Surabaya. Yakni Ahmad Jabir, Yulyani, dan Akhmad Suyanto. Keputusan untuk tidak mengambil dana reses itu merupakan sikap politik resmi yang dipilih PKS.
Ahmad Jabir menjelaskan, PKS menganggap reses itu ada dua hal. Yakni kewajiban melakukan jaring aspirasi masyarakat dan hak mendapatkan dana. ”PKS saat ini lebih menekankan pada terlaksananya kewajiban, sedangkan anggaran itu hak. Kewajiban harus terlaksana dan untuk hak dikembalikan pada masing-masing anggota dewan,” katanya.
Pertimbangan berikutnya, kata Jabir, adalah masih adanya perbedaan pandangan terkait dana reses, meski sudah menjadi hak yang diatur dalam Perda APBD dan perda itu mendapat persetujuan gubernur. Bukti perbedaan pendapat itu, kata Jabir, adalah tertundanya pelaksanaan jasmas hampir setahun.
Selain itu, terang Jabir, arahan partai agar kader PKS di dewan memilih format yang sederhana, tidak rumit dan berbiaya ringan. Sebab, pelaksanaan reses bertepatan dengan 10 hari terakhir ramadan, yakni Selasa (23/9) hingga Sabtu (27/9). ”Dalam tradisi PKS, selama 10 hari terakhir ramadan seluruh kader dan simpatisan difokuskan pada maksimalisasi ibadah,” katanya.
Selain itu, selama ramadan seluruh anggota dewan dari PKS diminta melakukan safari bertemu masyarakat untuk meminta masukan, minimal 8 kali pertemuan. ”Nah, sebelum ada penjadwalan reses, kita sudah membuat program tersebut dengan pengawalan partai dan partisipasi para kader,” katanya. ”Jadi, jaring aspiriasi masyarakat sekalian saja kita tumpangkan di kegiatan tersebut. Ini termasuk penghematan uang rakyat,” imbuh ketua komisi D itu.
Sementara itu, enam anggota dewan lain yang belum mengambil dana reses adalah Muhammad Alyas (Golkar), Soetjipto Lamidi (PDS), Wimbardi (PDIP), Agus Kadarisman (PDIP), Wahyudin Husein (PKB), dan Zaenab Maltufah (PKB).
”Sampai sekarang, enam anggota belum memberi konfirmasi. Lainnya sudah konfirmasi meski belum mengambil berkas,” kata Kepala Bagian Informasi dan Protokol Setwan Sri Ambarukmi kemarin.
Di antara 39 anggota yang memastikan melaksanakan reses, semuanya sudah mengambil berkas kecuali tiga orang, yakni Budi Harijono, Agus Sudarsono, dan Indra Karta Menggala. (roq/oni)
Sumber : Jawa Pos