Beberapa waktu lalu, tanggal 22 April 2008, hari Selasa sore, DPD PKS Kota Surabaya kedatangan tamu dari Depok. Beliau bernama Muhammad Suparyono, menjadi Ketua Fraksi PKS kota Depok selama 3 Tahun, sekarang ada di Komisi B DPRD Kota Depok. Atas bantuan komunikasi dari kader kita di anggota dewan yaitu ust Ahmad Jabir, beliau bisa dihadirkan di kantor DPD PKS Kota Surabaya untuk berbagi cerita tentang PILKADA JABAR.
Sekitar 2 jam bertemu dengan jajaran Pengurus DPD PKS Kota Surabaya, beliau bercerita panjang terkait lika-liku perjuangan para kader dan simpatisan DPD PKS Kota Depok saat penyelenggaraan PILKADA JABAR beberapa waktu lalu yang pada akhirnya memenangkan pasangan yang diusung oleh PKS yaitu pasangan HADE (Ahmad Heryawan – Dede Yusuf).
Beliau menyampaikan bahwa Pemilu dan PILKADA memang sesuatu yang berat bahkan mungkin tidak kita rindukan kehadirannya. Namun jika mau cermat dan jeli, FAKTA lapangan membuktikan bahwa pasca Pemilu dan PILKADA di beberapa tempat, PKS justru mengalami Pertumbuhan kader yang cukup pesat. Ini persis sebagaimana FAKTA pada perjuangan Rasulullah, saat Rasulullah hijroh ke madinah jumlah muslimin hanya 270 orang (200 dari mekah dan 70 di madinah), tahun ke 2 saat perang Badar menjadi 313, tahun ke 2 saat perang uhud sudah menjadi 1000, saat perang ahzab menjadi 3000 dan saat futuh mekah menjadi 10.000 , kemudian perang lagi dan menjadi 12.000. PAda Zaman RAsulullah, Perang, disamping menjaga pertumbuhan adrenalin perjuangan juga terbukti menjadi pintu pertumbuhan kader dan dana dakwah. Sesuatu yang dibenci tapi membawa manfaat. Di madinah, selama 10 tahun, terjadi 48 kali peperangan. Kita dalam 5 tahun, hanya 4 kali pemilu (Pileg, pilkada,pilgub dan pilpres) dan 5 kali MPKM (Camping), kita masih terlalu santai.
Beliau melanjutkan paparannya dengan mengatakan bahwa selama masa sebelum dan saat kampanye, pihak kaderisasi Depok tidak jemu-jemunya mengingatkan sebagaimana apa yang dipesankan sahabat Umar Bin Khattab : Bertaqwalah pada Allah dan hindarkan Ma’syiat. “Ini 2 kunci yang terus didengungkan ditelinga seluruh kader di depok dan alhamdulillah mengantarkan kita pada kemenangan. Kenapa kita perlu bertaqwa kepada Allah, karena dengan bertaqwa kita akan bersama dengan sesuatu yg besar, kekuatannya melebihi siapapun dan taqwa dibangun dengan ibadah yang kuat.Yang kedua, kita tidak berma’syiat karena jika kita berma’syiat berarti Allah akan berlepas dari kita, jika demikian yang menentukan tinggal jumlah dan amunisi kita, kita akan kalah”, jelas ustadz Suparyono dengan penuh semangat.
Beliau mengaku senang dengan kerja keras semua kader di Depok. Pagi, siang dan malam tidak berhenti bergerak dan bergerak. Mesin politik kita di Depok sangat luar biasa. Ibu-ibu pun tidak henti-hentinya masuk dari rumah ke rumah untuk mengenalkan HADE. Pak Nurmahmudi bahkan rela tidur di rumah-rumah kader sehingga paginya bisa bertemu langsung dengan masyarakat.
Di akhir paparannya, beliau menukil kisah tentang Aristoteles saat mengajarkan arti kesuksesan kepada anaknya. Sang anak di tenggelamkan ke dalam air kemudian diangkat kepalanya. Kemudian aristoteles bertanya, Apa itu sukses? Kata anaknya : Sukses adalah ketika saya angkat kepala dan menghirup udara.”Bukan itu”, kata Aristoteles, kalau itu, semua orang bisa melakukan. “Suskes adalah ketika kamu ditenggelamkan ke air dan kemudian bisa bertahan”, kata Aristoteles pada anaknya. Jika DEPOK menang itu biasa karena kader kita banyak di sana dan kita juga punya walikota dari PKS namun jika SURABAYA menang di 2009, itu baru LUAR BIASA.
Fatkur Rohman, Ketua Umum DPD PKS Kota Surabaya, di sela-sela kesibukannya di kantor DPD menyampaikan bahwa apa yang diceritakan oleh ust Suparyono dari PKS Depok adalah bukti bahwa indikasi-indikasi kemenangan PKS sudah semakin dekat. InsyaAllah ini akan menjadi motivasi dan inspirasi bagi segenap pengurus, kader dan simpatisan PKS Surabaya.(fat)
Mei 9, 2008 @ 3:22 pm
Pemilu adalah ladang jihad kita, karena perang besar akan terjadi. Kita harus bersiap diri, kita kuatkan azzam kita. Melangkah dalam kepastian, dengan angan-angan kejayaan, tanpa harus berlebih-lebihan. Musuh-musuh terbentang disetiap peperangan ini, siapa lawan dan kawan masih samar dan perlu dikaji lagi. Kadang kawan, tetapi kadang lawan, begitu pula sebaliknya. Tidaklah gentar sebagai bagian dari diri kita, tetapi perlawanan adalah sebuah keniscayaan. Hujamkan pada diri untuk meraih kejayaan Islam ini. Tanpa gentar dan takut akan musuh-musuh dan para pembenci dakwah ini.
Wassalam
Desember 12, 2008 @ 7:59 am
Ass..
Benar. Kursi kita di DPRD Jabar ada 14. Jika mau mengusung sendiri harus ada 15 kursi, karenanya harus koalisi.
Awlnya kita tidak muluk muluk, pak Heryawan cuma dicalonkan sebagai wakil.
Sebuah partai besar menggodok calon wakil untuk dipasangkan dengan calio gubernurnya. Pak Heryawan masuk dalam kriteria mereka. Tetapi sepertinya mereka menggantung kita tanpa keputusan yang jelas. Sementara waktu sudah mepet.
Akhirnya kita sepakat untuk keluar dari akal akalan mereka dan membentuk koalisi sendiri denga partai yang kebetulan dalam koalisi dengan partai lain belum dapat 15 kursi.
Apakah masalah sudah selesai ?. Belum.
1. Pengurus pasangan koalisi kita masih terpecah. Sebagian menginginkan calon yang mereka usung orang yang sudah tua. Sebagian mendukung orang muda yang sekarang sudah jadi.
2. Mereka masih nawar minta nomer 1. padahal mereka dapat 7 kursi, sementara kita 14 kursi.
3. Bahkan setelah sepakat kita nomer 1, mereka wakil, di dalam interen mereka, masih rebutan untuk jadi ketua tim sukses. Konon pada kebiasaan mereka, jika tidak terpilih jadi ketua tim sukses / tim inti, maka akan pundung (orang jawa teh bilang : purik / mutung).
Tim lain sudah siap kampanye, kita belom apa apa. Ibarat lomba lari, tim lain sudah lari, kita masih betulin tali sepatu, karena kita masih menunggu tim sukses dari pasangan kita.
Jika umumnya pasangan melakukan launchig dulu baru mendaftar, karena waktu pendaftaran sudah mepet, akhirnya diputuskan melakukan pendaftaran dulu, baru launching pasangan.
Alhamdulillah, berkat kerja keras kita dan ridha Allah, kita dapat memenangkannya. Amin.
Wass..