Skip to content

2 Comments

  1. Jaisy01
    Mei 9, 2008 @ 3:22 pm

    Pemilu adalah ladang jihad kita, karena perang besar akan terjadi. Kita harus bersiap diri, kita kuatkan azzam kita. Melangkah dalam kepastian, dengan angan-angan kejayaan, tanpa harus berlebih-lebihan. Musuh-musuh terbentang disetiap peperangan ini, siapa lawan dan kawan masih samar dan perlu dikaji lagi. Kadang kawan, tetapi kadang lawan, begitu pula sebaliknya. Tidaklah gentar sebagai bagian dari diri kita, tetapi perlawanan adalah sebuah keniscayaan. Hujamkan pada diri untuk meraih kejayaan Islam ini. Tanpa gentar dan takut akan musuh-musuh dan para pembenci dakwah ini.

    Wassalam

    Reply

  2. Fais simpatisan PKS Bdg, skrng di Sby
    Desember 12, 2008 @ 7:59 am

    Ass..
    Benar. Kursi kita di DPRD Jabar ada 14. Jika mau mengusung sendiri harus ada 15 kursi, karenanya harus koalisi.
    Awlnya kita tidak muluk muluk, pak Heryawan cuma dicalonkan sebagai wakil.
    Sebuah partai besar menggodok calon wakil untuk dipasangkan dengan calio gubernurnya. Pak Heryawan masuk dalam kriteria mereka. Tetapi sepertinya mereka menggantung kita tanpa keputusan yang jelas. Sementara waktu sudah mepet.
    Akhirnya kita sepakat untuk keluar dari akal akalan mereka dan membentuk koalisi sendiri denga partai yang kebetulan dalam koalisi dengan partai lain belum dapat 15 kursi.
    Apakah masalah sudah selesai ?. Belum.
    1. Pengurus pasangan koalisi kita masih terpecah. Sebagian menginginkan calon yang mereka usung orang yang sudah tua. Sebagian mendukung orang muda yang sekarang sudah jadi.
    2. Mereka masih nawar minta nomer 1. padahal mereka dapat 7 kursi, sementara kita 14 kursi.
    3. Bahkan setelah sepakat kita nomer 1, mereka wakil, di dalam interen mereka, masih rebutan untuk jadi ketua tim sukses. Konon pada kebiasaan mereka, jika tidak terpilih jadi ketua tim sukses / tim inti, maka akan pundung (orang jawa teh bilang : purik / mutung).
    Tim lain sudah siap kampanye, kita belom apa apa. Ibarat lomba lari, tim lain sudah lari, kita masih betulin tali sepatu, karena kita masih menunggu tim sukses dari pasangan kita.
    Jika umumnya pasangan melakukan launchig dulu baru mendaftar, karena waktu pendaftaran sudah mepet, akhirnya diputuskan melakukan pendaftaran dulu, baru launching pasangan.
    Alhamdulillah, berkat kerja keras kita dan ridha Allah, kita dapat memenangkannya. Amin.
    Wass..

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *