“Ada 4 model masyarakat ketika menyikapi aktivitas dan persoalan Politik. Yang pertama adalah Majnun siyasi, yaitu masyarakat yang menganggap politik itu sebagai sarana dan tujuan hidup. Mereka memposisikan politik lebih penting dari segala-galanya bahkan mereka rela bertengkar dengan saudaranya saat berbeda pendapat tanpa memperdulikan apa akibat dari pertengkarannya tersebut”, papar Fatkur Rohman, ketua DPD PKS Kota Surabaya di acara Temu Tokoh Masyarakat Kecamatan Krembangan di Balai RW 7 Kalianak Timur, Kelurahan Moro Krembangan, Kecamatan Krembangan.
Acara Temu Tokoh dan Warga RW 7 Kalianak timur ini berlangsung pada hari Minggu, 1 Juni 2008, pukul 20.00 sampai 22.00. Tampak hadir dalam acara tersebut Ketua RW 7 Kalianak Timur, Bapak Simon Lubis, Sekretaris RW 7 Bapak Abdus Syukur dan segenap Ketua RT beserta warganya.
Acara yang dihadiri sekitar 75 warga RW 7 ini di kemas dalam bentuk Shilaturahim dan dialog bersama ketua DPD PKS, Fatkur Rohman. Dalam paparannya, Fatkur menyampaikan bahwa persepsi masyarakat terhadap politik masih sangat beragam. Paling tidak ada 4 model masyarakat yaitu : Majnun Siyasi (Gila politik), Menolak politik, Buta Politik dan Paham politik (memilik Wa’yu Siyasi). Dalam rangka memberikan pemahaman dan pendidikan politik, Fatkur kemudian menyampaikan bagaimana Sikap PKS terhadap aktivitas politik yang berkembang.
“Bagi PKS, Hakikat keterlibatan di dunia politik adalah memperluas dan memperlebar mimbar “amar ma’ruf nahi munkar”. Yaitu, Mempersempit area kerusakan dan memperluas daerah kebaikan. Adanya prilaku yang buruk dalam berpolitik tidak mengubah status wajibnya berpolitik bagi setiap muslim. Sama juga dalam hal berdagang, jika semua pedagang berlaku curang, suka mengurangi timbangan maka tidak serta merta menjadikan ‘dagang’ itu adalah kotor, penipuan.”, jelas Fatkur dengan semangat.
Politik (Siyasah) bagi PKS , kata Fatkur, juga diyakini sebagai penguat tegaknya kebenaran di masyarakat. Misalnya ketika ada larangan dari pemerintah terkait “memakai sarung” atau “memakai kerudung”, terus siapa yang membela kalau kita tidak mempunyai kekuatan di aktivitas politik. Justru ketika kita bisa menempatkan orang baik di legislatif, eksekutif atau yudikatif maka diharapkan bisa menjadi Qudwah dalam menunjukkan aktivitas politik yang bersih, peduli dan profesional yang dilandasi iman dan ahklaqul karimah. Bisa mewarnai produk-produk legislatif dengan nilai-nilai kebaikan.
Paparan Pengenalan PKS Kota Surabaya yang disampaikan dalam bentul Slide dengan sentuhan gambar dan multimedia ternyata membuat peserta sedikit terhibur dan tidak jenuh. Namun, menariknya justru ketika dibuka pertanyaan, ada salah satu peserta yang justru menanyakan seusatu diluar materi yang disampaikan yaitu bertanya kenapa PKS Jawa Timur mendukung pasangan Soekarwo-syaifullah di Pilgub 2008 yang kemudian direspon oleh Ketua DPD dengan menjelaskan “Bayanat Penjelasan resmi dari DPW kenapa PKS mendukung Karsa” dan alhamdulillah akhirnya warga bisa memahaminya.
Ketua DPC Krembangan, M. Syaiful menegaskan bahwa ke depan, acara-acara serupa akan lebih digalakkan dan sebisa mungkin menyentuh banyak elemen masyarakat. “Sudah menjadi keharusan dan kebutuhan, kita harus lebih sering berinteraksi dengan masyarakat agar mereka lebih mengenal PKS. Ketika sekarang mereka tidak mendukung kita, bisa jadi karena mereka belum mengenal kita”, pungkas Syaiful.
Acara Temo Tokoh Masyarakat DPC Krembangan ditutup sekitar pukul 22.00 dengan ramah-tamah dan do’a bersama yang dipimpin oleh salah satu Tokoh Masyarakat, Bapak Muhammad Sa’I.
Juni 6, 2008 @ 11:12 pm
Mantap…. Maju Terus, Siarkan Berita di infojatim, oke