Sungguh mengharukan namun sekaligus membanggakan ketika saya melihat para ibu-ibu Kader Posyandu di salah satu RW di kelurahan Kertajaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya begitu semangat dan sabar melayani para ibu dan balita. Untuk sekelas kota Surabaya, apalagi ini di wilayah perumahan, sarana prasarana yang terbatas tidak membuat mereka putus asa untuk selalu melayani dan melayani.
Salah satu dari mereka dengan tersenyum mengatakan, “Ini sudah tugas kita pak, walau serba terbatas dan tidak semua ibu siap jadi kader, kita akan terus berbuat untuk masa depan ibu dan anak-anak kita di masa depan”.
Sebagaimana kita ketahui, Posyandu merupakan perpanjangan tangan Puskesmas yang memberikan pelayanan dan pemantauan kesehatan yang dilaksanakan secara terpadu. Kegiatan posyandu dilakukan oleh dan untuk masyarakat. Posyandu sebagai wadah peran serta masyarakat, yang menyelenggarakan system pelayanan pemenuhan kebutuhan dasar, peningkatan kualitas manusia, secara empirik telah dapat memeratakan pelayanan bidang kesehatan. Kegiatan tersebut meliputi pelayanan imunisasi, pendidikan gizi masyarakat serta pelayanan kesehatan ibu dan anak (Departemen Kesehatan, 1999).
“Memang harus diakui pak fatkur, posyandu di kelurahan kami hanya beberapa yang strata Purnama dan Mandiri, masih banyak yang strata pratama dan madya. Karenanya selain program pemkot, support bapak sangat kami sambut apalagi jika memang ada fasilitasi ke non-pemkot”, jelas mereka dengan penuh harap.
“Iya bu, kegiatan posyandu memang harus digalakkan dan ditingkatkan walau faktanya memang masih seperti ini, saya yakin pemkot sudah berupaya memberikan perhatian, saya insyaAllah akan support semampu saya. Jika memang ada yang bisa diperjuangkan lewat program pemkot, kita akan kawal sama-sama, ini tugas mulia bu, program nasional untuk mempercepat penurunan angka kematian bayi, anak dan angka kelahiran”, paparan saya ke mereka.
Di kunjungan singkat itu saya juga menyampaikan bahwa sebagaimana kegiatan RT/RW yang lain, kita tidak boleh hanya mengandalkan program pemerintah kota, antara kebutuhan warga dan kemampuan pemerintah sangatlah tidak seimbang, karenanya keterlibatan siapapun harus dibuka lebar, termasuk warga kita yang berkecukupan, lembaga-lembaga sosial ataupuan swasta yang lain. Kalau kita bersinergi, insyaAllah kegiatan-kegiatan mulia di kampung kita akan sukses.
Saya menegaskan, “Kalau saat ini kita berkumpul dan alhamdulillah bisa pengadaan timbangan, semoga dengan konsep kebersamaan dan sinergi tadi nanti kita bisa memenuhi meja ini jadi 5 sesuai standar, atau mungkin kita akan bisa membuat ruangan ini lebih dingin dengan AC yang bertambah atau ada warga kita yang terpanggil sehingga kita punya tempat sendiri untuk posyandu bahkan ada dana kesehatan rutin untuk posyandu kita, saya yakin, dengan kebersamaan, peluang keterwujudan itu semakin besar”
PENGATURAN
Meja I: Pendaftaran dan penyuluhan.Meja II: Penimbangan bayi dan balita.Pelayanan ibu menyusui, ibu hamil, PUS. Meja III: Pengisian KMS. Meja IV: Penyuluhan perorangan pada ibu hamil, menyusui, PUS dll.Meja V: Pelayanan KIA (pemeriksaan ibu hamil, pemberian imunisasi), KB dan Pelayanan pengobatan.
Desember 17, 2014 @ 12:29 am
maju terus cak fatkur…!!!