suarasurabaya.net| Puluhan kontraktor pembangun sekolah rusak di Surabaya, mundur sesudah menang lelang. Mundurnya para kontraktor itu karena target penyelesaian pembangunan yang diberikan Pemkot Surabaya untuk para kontraktor sangat singkat.
FATKUR ROHMAN anggota Komisi D DPRD Surabaya seperti dilaporkan TEGUH reporter Suara Surabaya, Selasa (12/04), mengatakan kalau target yang diberikan Pemkot tidak masuk akal, maka jelas banyak kontraktor yang mundur.
Menurut FATKUR, tidak mungkin sekolah dibangun dalam waktu singkat dengan kualitas yang bagus. Untuk itu, wajar, kalau banyak kontraktor pemenang lelang yang mundur.
Mereka lebih baik tidak mengerjakan proyek, daripada kena penalti dari Pemkot Surabaya hanya karena molor dalam menggarap pembangunan sekolah, yang diberikan Pemkot Surabaya.
Sementara MASDUKI TOHA anggota Komisi D DPRD Surabaya mengatakan pembangunan sekolah rusak harus jadi prioritas untuk segera dibangun. Kalau tidak segera dibangun maka akan banyak sekolah yang terancam roboh karena bangunannya tidak layak.
Seharusnya kalau program sekolah subsidi untuk SMA, tidak dijalankan mulai tahun ini maka anggarannya bisa digunakan untuk pembangunan sekolah rusak. Dari data di Pemkot Surabaya, sampai sekarang ada 25 kontraktor yang mundur dari 200 lebih kontraktor pemenang lelang yang sudah siap membangun sekolah rusak di Surabaya.
Bahkan diantara mereka memastikan tidak sanggup bisa membangun sekolah dengan kualitas baik kalau dibangun dalam waktu tiga bulan. (tas/tin)