Hingga 3 Oktober 2009, relawan yang telah bertugas di Sumatera Barat baru mencapai 200-an orang. Mereka berasal dari Sumbar, NAD, Sumut, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumsel dan Banten. Jumlah tersebut masih sangat tidak memadai untuk menanggulangi luasnya dampak gempa yang terjadi. Sebarannya pun tidak merata.Masih terlalu banyak wilayah pedalaman yang belum terjangkau oleh tim evakuasi dan medis.Kebutuhan relawan yang sangat mendesak datang dari Kabupaten Padang Pariaman, termasuk Kota Pariaman (ibukota kabupaten) masih membutuhkan sedikitnya 150 Relawan untuk melakukan evakuasi di titik-titik terparah.“DPW PKS yang mampu memberangkatkan dan mendistribusikan relawan secara mandiri agar mempersiapkan diri dan berkoordinasi dengan kami di sini”, kata Cahya Zailani, Koordinator Tim Advance Kepanduan.
Relawan yang diperlukan adalah tenaga SAR, medis, dan penanganan dapur pengungsi. Untuk itu pengiriman relawan hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan, di bawah satu koordinasi. “Pemetaan kondisi lapangan dan data kebutuhan relawan masih terus kami lakukan, termasuk untuk mendata adanya kader PKS yang turut terkena musibah”, kata Cahya.Sementara itu Tim Medis PRAS (Pos Rakyat Adil Sejahtera) DPP PKS yang dipimpin oleh Ir Ady Pratikno dan terdiri dari 6 dokter spesialis langsung diterjunkan ke Rumah Sakit M Djamil dan Rumah Sakit Siti Rahmah. Tim dokter ini kemudian meluncur ke Pariaman untuk melakukan operasi medis terhadap 3 pasien. Saat ini Tim medis sudah kembali berada di RS Siti Rahmah dan sedang melakukan operasi bedah tulang terhadap 2 pasien.”Kami menghimpun dan menyalurkan bantuan untuk korban bencana.Salurkan kepedulian Anda melalui Rekening BCA 7600 31 8181 atas nama PKS P2B”http://pk-sejahtera.org