INILAH.COM, Jakarta – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menginginkan kepemimpinan bangsa Indonesia dipegang oleh kaum muda sehingga masalah bangsa ini lebih cepat terselesaikan. PKS menggagas munculnya pemimpin balita, yaitu pemimpin yang berusia di bawah 50 tahun.
Presiden PKS Tifatul Sembiring mengatakan usia produktif bangsa Indonesia hanya antara 30-50 tahun. “PKS mengusulkan bukan sekadar presiden, wapes tetapi juga para menterinya. Jadi persoalan bangsa yang berat ini tidak bisa diserahkan kepada orang yang berjiwa tua. Kelaparan, kemiskinan dan sebagainya diperlukan syaraf-syaraf orang muda,” ujarnya usai menyaksikan pemutaran perdana film Sang Murrabi di GRJS, Bulungan, Jakarta, Minggu malam (27/7).
Untuk itu, katanya, PKS mengajak bangsa ini untuk berubah dengan mengusulkan calon yang lebih muda yang bisa memikul beban amanah yang berat ini. “Namun bukan sekadar muda, kalau sekadar muda bisa kita cokok di mana saja, tetapi pemimpin muda itu harus punya akhlak, kompetensi, kemampuan komunikasi, tegas dan tidak ragu ambil keputusan,” katanya seraya meambahkan bahwa PKS pun tak masalah jika calon itu dari luar partainya.[L2]
(Sumber: Inilah.com. 28/07/2008 00:01)
Agustus 11, 2008 @ 8:46 am
Saya “SETUJU PAK” dengan usul calon yang lebih muda yang bisa memikul
beban amanah!!!
Itu merupakan jalan penyelesaan yang selama ini kita lupakan di mana kita sering dengar bahwa “MASA DEPAN BANGDA ADA DI TANGAN PEMUDA” itu bukan hanya SELOGAN semata…
Namun juga sepeti kutipan PKS “Namun bukan sekadar muda, kalau sekadar muda bisa kita cokok di mana saja, tetapi pemimpin muda itu harus punya akhlak, kompetensi, kemampuan komunikasi, tegas dan tidak
ragu ambil keputusan,”
agoes_hendri@yahoo.co.id
Agustus 11, 2008 @ 8:13 pm
Sekarang diskusinya bukan setuju atau tidak. Responsif atau tidak. Sekarang saya beri pertanyaan: apa Anda paham gagasan, visi dan misi kaum muda memimpin? Jika tidak paham, maka Anda adalah penumpang gelap gagasan ini. Jangan asal karbon copy atau cari sensasi. Sebab, gagasan itu lahir melalui proses panjang yang melelahkan. Jadi, tidak fer apabila Anda dan ikhwan-akhwat Anda itu “ujug-ujug” atau menjadi epigon gagasan ini. 1000 orang mengatakan kepemimpinan kaum muda, saya yakin yang paham visi, misi, gagasan, aksiologi, dsb, itu hanya 10-50 orang saja. So, saya sarankan Anda mengupas gagasannya sendiri. Lebih fer dan terhormat di mata Tuhan, hee—