Sebagai countrepart, hearing dengan Dinas Pendidikan Surabaya dilakukan secara berkala oleh Komisi D DPRD Kota Surabaya, sebagaimana diselenggarakan pada hari Senin 19 Mei 2014 yang lalu di Kantor Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Jl. Jagir Wonokromo No 354-356 Surabaya.
Kelulusan Siswa
Diawali dengan pemaparan oleh kepala dinas pendidikan kota surabaya perihal angka kelulusan untuk UNAS 2014. “Sebesar 22 siswa dengan rincian 9 SMK dan 13 SMA yang tidak lulus ujian nasional,” ungkap Ikhsan, Kepala Dispendik Surabaya.
Dalam rangka mengantisipasi fenomena ekspresi kelulusan yang justru mengganggu ketertiban umum misalnya konvoi atau corat-coret, Dinas Pendidikan sudah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian, Bakesbanglinmas, Satpol PP dan Dinas Perhubungan, bertugas selama kurang lebih 1 pekan dan ini adalah untuk kebaikan bagi para siswa itu sendiri, konvoi yang tidak tertib juga membahayakan bagi keselamatan mereka dan daripada corat-coret, alangkah baik baju-baju itu disumbangkan ke masyarakat yang kurang mampu atau yang membutuhkan. Jika ini kemudian bisa diprogramkan atau difasilitasi oleh sekolah, tentunya akan menjadi salah satu contoh program pembinaan “kepekaan sosial” bagi siswa-siswa kita.
Bakesbanglinmas juga akan melakukan razia ke tempat-tempat hiburan. Ini adalah upaya antisipatif dari pemerintah kota agar siswa-siswa kita tidak melakukan ekspresi kegembiraan kelulusan yang salah dan justru bisa menimbulan permasalahan baru bagi mereka.
LOS (Layanan Orientasi Siswa)
Kalau sebelumnya bernama Masa Orientasi Siswa (MOS) kini diubah menjadi Layanan Orientasi Siswa (LOS). Dan salah satu target dari program LOS adalah bahwa siswa tidak hanya mengenal lingkungan sekolahnya tapi dia akan bangga dengan sekolah. Dengan perasaan bangga dan senang itulah maka bisa menjadi modal optimalisasi ketika melewati proses belajar di sekolah. Belajar dengan passion tentunya berbeda dengan belajar karena tidak tahu mau kemana atau bahkan karena terpaksa. Belajar harus penuh kesadaran dan memiliki passioni. Itulah fungsi LOS (Layanan Orientasi Siswa)
“Kalau yang dulu MOS dianggap menegangkan, sekarang dengan konsep LOS kita harapkan siswa baru berkesan dan nyaman belajar di sekolah yang dia pilih,” kata pak ikhsan
Sebagai contoh untuk tahun 2013 yang lalu, ada 4 inti LOS, yakni pembentukan kesan pertama terhadap siswa baru, wawasan tentang internet sehat, bakti lingkungan oleh seluruh peserta LOS di Surabaya dan terakhir lomba LOS melalui internet.
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)
Untuk PPDB tahun pelajaran 2014/2015 ada beberapa perubahan yang perlu diperhatikan oleh orang tua/wali calon peserta didik, antara lain :
- Jalur Umum seleksi akademis menggunakan nilai Ujian Nasional (UN)
- Jalur Sekolah Kawasan seleksi dilakukan dengan pembobotan Nilai Ujian Nasional (UN) dengan bobot 40% dan Tes Potensi Akademis (TPA) dengan bobot 60 %.
- Calon Peserta Didik tamatan sekolah di Surabaya tetapi bukan warga Kota Surabaya (untuk selanjutnya disebut Rekomendasi Dalam Kota), diberi kesempatan untuk sekolah di Surabaya dengan pagu 1 % (satu prosen) dari total Pagu Kota Surabaya dan total pagu masing-masing sekolah.
- Calon Peserta Didik tamatan sekolah Luar Kota tetapi warga Kota Surabaya (untuk selanjutnya disebut Mutasi) tidak dikenakan pagu 1 % (satu prosen).
PPDB dengan konsep tanpa kertas ini masih dijadikan basis pelayanan dan terus ditingkatkan, sehingga diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi siswa dan orang tua (masyarakat) dalam melakukan pendaftaran. Masyarakat dapat melakukan pendaftaran di rumah, di sekolah-sekolah negeri yang siap membantu, di semua lokasi yang memiliki akses internet, dimana saja sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan. Hal ini disebabkan karena konsep yang digunakan dalam PPDB adalah berbasis WEB.
Meskipun demikian, PPDB yang berbasis WEB ini masih dimungkinkan menimbulkan kekhawatiran Orang Tua/wali dan masyarakat tentang sulitnya melakukan pendaftaran, maka Dinas Pendidikan Kota Surabaya melakukan berbagai upaya agar kekhawatiran itu dapat diminimalisir, antara lain :
- Menyederhanakan cara pendaftaran lewat internet
- Semua calon siswa yang berasal dari SD/SDLB/MI/SMP/SMPLB/MTs sebanyak lebih kurang 85.000 calon siswa diberikan panduan bagaimana cara mendaftar
- Bekerjasama dengan berbagai pihak dalam sarana prasarana, sosialisasi, maupun membantu pendaftaran
- Memberi kesempatan untuk mencoba (latihan pendaftaran) sebanyak 3 (tiga) kali.
- Menyediakan tenaga-tenaga (helper) yang siap membantu calon peserta didik untuk melakukan pendaftaran baik disekolah-sekolah, mobil keliling, dan tempat-tempat strategis.
Harapan Dinas Pendidikan, dengan langkah-langkah tersebut diatas, tidak ada lagi alasan untuk tidak mendaftar karena kesulitan proses pendaftaran dengan mengedepankan motto : Semua anak usia sekolah di Surabaya harus sekolah.