Surabaya – Sebagai bagian dari rentetan program nasional “ PKS MENDENGAR ”, pada hari Rabu, 09 April 2008 bertempat di sebuah Rumah Makan Pecel Pincuk, DPD PKS Kota Surabaya kembali menggelar Shilaturahim yang menghadirkan beberapa Tokoh masyarakat di kecamatan Tenggilis Mejoyo. Acara yang dikemas secara informal karena di-model lesehan dan penuh nuansa kekeluargaan ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPD PKS Kota Surabaya, Fatkur Rohman, ST. MT.
Acara diawali dengan sholat berjamaah bagi yang beragama Islam. Menariknya, setelah acara dibuka dengan doa pembuka dan perkenalan, agar suasana lebih cair, acara dilanjutkan dengan makan malam terlebih dahulu, dengan menu khusus yaitu “pecel pincuk”, secara bersama-sama baru kemudian masuk acara inti yaitu Dialog seputar permasalahan kota Surabaya. Acara diakhiri dengan ramah tamah, pemberian bingkisan dari PKS dan foto bersama.
“Memang Saat ini PKS Surabaya sedang menyusun Daftar Inventarisasi Masalah Kota Surabaya. Karenanya, pertemuan dan dialog dengan masyarakat seperti ini adalah sebuah kebutuhan bagi kami di PKS”, ujar Fatkur Rohman ditengah-tengah sambutannya. “ Dan Sejak awal berdirinya, PKS selalu berusaha untuk konsisten membuktikan slogannya yaitu Bersih dan Peduli, bahkan setelah mukernas di Bali awal Pebruari lalu, slogan PKS bertambah yaitu Bersih, Peduli dan Profesional. Mudah diucapkan namun sulit dibuktikan”, imbuh Fatkur.
Acara yang bertajuk “Jaring Aspirasi dan Temu Tokoh” ini di-moderator-i oleh Bapak Prihananto yang juga merupakan staf wilda (Dapil) 4 Kota Surabaya.
“Bapak-bapak sekalian, kita sudah berusaha semaksimal mungkin memberikan program-program pelayanan, pemberdayaan, pembinaan dan pembelajaran politik ke masyarakat, namun sangat mungkin dalam pantauan bapak-bapak sekalian, masih banyak yang terlewatkan oleh kami atau bahkan yang kami sudah lakukan ternyata kurang dibutuhkan masyarakat, mohon dalam kesempatan malam hari ini kami diberi masukan atau bahkan kritikan”, ungkap Prihananto mengawali sesi dialog.
Gaya komunikasi pak hananto yang terakadang gaul alhamdulillah bisa memecah kebekuan dan bisa mencairkan suasana karena memang sebagian diantara kita belum saling mengenal pada awalnya. Bahkan, suara gelak tawa terkadang muncul ditengah-tengah dialog dan semakin larut ternyata semakin “ngganyeng” (merasa nyaman berdialog) akibatnya tidak terasa acara menjadi mundur selesainya, satu jam dari perencanaan semula. Acara yang semestinya diakhiri pukul 21.00 baru berakhir pada pukul 22.00. Namun semua yang hadir terlihat puas dan senang karena mereka bisa sangat leluasa menyampaikan aspirasinya tanpa dibatasi waktunya. Selama 2,5 jam bercakap-cakap, teamn-teman PKS lebih banyak mendengar dan sesekali menjawab beberapa pertanyaan yang ditujukan maupun dilewatkan melalui Partai maupun anggota dewan.
Adapun sebagian masukan, kritikan dan titipan aspirasi dari masyarakat yang tertulis di catatan kami adalah sebagai berikut :
1. Bapak Agung Prihantono, Ketua RW 1, Kelurahan Kutisari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo :
- Di RW 1 ini adalah masalah perebutan tanah pak. Ada pihak mengatasnamakan Paguyuban Mantan Gogol Seturi (semacam penghuni awal di Kutisari) dan meng-klaim memiliki suatu area tanah. Tiga periode RW belum juga tuntas. Pernah menggelar dialog dihadiri oleh BPN, Beberapa dinas Pemkot dan perwakilan 2 pihak yaitu warga RW 1 dan pihak keluarga Mantan Gogol. Hasil diambangkan, terkesan mengajak kompromi agar tanah bisa dipakai bersama. Warga punya bukti bahwa tanah itu aset pemkot. Mohon PKS bisa membantu kami untuk memastikan status tanah. Walau kami bisa memakainya untuk relokasi PKL akibat penggusuran namun tetap saja kurang “sreg” karena mereka terkadang terkena pungutan dari pihak Paguyuban.
2. Bapak Sugianto, Tokoh masyarakat
- PKS kalau bisa harus lebih berani memperjuangkan nasib rakyat. Kasus PKL, semestinya Pemkot tidak asal gusur saja.
- Sekarang ini si kaya dan si miskin kesenjangannya semakin jauh. Bagaimana kalau PKS memperjuangkan ide Pajak progresif, semakin kaya pajaknya semakin tinggi.
- Dilapangan banyak orang kaya dikategorikan Gakin. Kayaknya ada “Kong kalingkong” (Nepotisme) antara pihak Birokrat dengan orang tersebut.
- Pejabat PKS yang di eksekutif dan legislatif harus bisa memberi teladan dalam kesederhanaan
3. Bapak Suyadi, Ketua RW 4, Keluarahan Kutisari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo :
- Terima kasih kepada PKS yang selama ini sering melakukan Baksos dan Yankes di RW kami.
- PKS mau punya hajat Besar, jika memang program dan strateginya bagus, masyarakat seperti kita pasti akan mendukung.
- Di RW saya banyak partai, ada PDIP, PKB dan lain-lain, siapapun yang memimpin sama saja, yang terpenting adalah keperpihakan pada masyarakat
4. Bapak Sunardi, RW 1, Keluarahan Kutisari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo :
- Ada baiknya PKS kalau membuat program jangan reaktif tapi betul-betul direncanakan
- Bisa tidak PKS membuat semacam Bursa Kerja, membantu menginformasikan ke masyarakat terkait peluang-peluang kerja.
- Bisakan Majelis Ta’lim mendapat dana bantuan dari pemerintah, misalkan jatah bantuan untuk UKM apakah bisa dilewatkan Majelis Ta’lim
- Semoga PKS terus mengawal permasalahan Tanah Ijo. Masyarakat bawah ini kena getahnya saja, sudah bayar PBB masih juga bayar sewa ke Pemkot.
- PKL kok seperti tebang pilih ketika menggusur. Kalau mendukung partai tertentu maka akan aman, ini tidak adil namanya, semoga PKS jika memimpin tidak seperti itu.
- Aliran yang sudah dinyatakan sesat semestinya ditindak sesuai hukum yang berlaku, bukan diproses kemudian tiba-tiba tidak ada kabarnya.
- Sekarang banyak orang demo, kenapa ya, apa tidak cukup disampaikan kepada pihak yang terkait secara baik-baik, kenapa sih kok harus sering demo, kalau ada mestinya harus ada etikanya.
5. Bapak Agung, Warga Kendang sari, Pengusaha Buku
Saya mengusulkan agar PKS lebih sering acara serupa dan tempatnya di tengah-tengah kampung atau masyarakat agar lebih terasa kehadirannya. PKS sudah baik cuma sering kali kebaikannya tidak terkomunikasikan ke masyarakat. Jangan membuat acara yang menjauhi masyarakat misal pinjem gedung di tengah kota dan lain-lain justru harus sering turba dan berada tengah-tengah mereka.
Menutup acara, Fatkur menyampaikan agar komunikasi antara PKS Kota Surabaya dengan masyarakat khususnya warga Tenggilis Mejoyo bisa dilanjutkan pada kesempatan yang akan datang. “BApak-bapak sekalian, kami sadar, permasalahan kota Surabaya memang sangat banyak namun jika semua potensi positif bisa bersatu, jalan keluar pasti akan kita temukan dan semoga komunikasi seperti ini bisa terus berlanjut bahkan kalau dikira perlu, kita akan memfasilitasi untuk menghadirka anggota dewan PKS agar bisa bercakap-cakap langsung dengan bapak sekalian”, tegas Fatkur di akhir paparannya.
Mei 2, 2008 @ 11:38 pm
good good
sayidul qoum khadimuhu (bener ya nulisnya?)