Bunda PAUD adalah sebutan bagi para pendidik PAUD di Surabaya. Mereka adalah relawan yang bekerja tanpa digaji untuk mengajar anak-anak. Sebagian besar mereka adalah kader PKK dengan latar belakang pendidikan yang sangat beragam, mayoritas lulusan SMP/SMA, meski ada beberapa yang lulusan sarjana. Untuk dapat mengajar dengan benar, mereka dibekali dengan pelatihan-pelatihan praktis secara bertahap melalui program Pemerintah Kota Surabaya, namun sayangnya hanya sedikit dari mereka yang tersertifikasi.
Berdasarkan data akhir tahun 2013, di Surabaya sebenarnya telah tersebar 813 PAUD yang ada disetiap kelurahan dengan total bunda PAUD sebesar 13.049 orang. Namun dari jumlah tersebut, baru 2.100 (1,6%) bunda PAUD yang mendapatkan sertifikat pendidik dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Tahun 2014 ini target Pemerintah kota Surabaya adalah menambah 3500 Bunda PAUD yang tersertifikat.
Baik bunda PAUD, TK,TPA dan KP semuanya mendapatkan support Transportasi dari Pemkot sebesar 150 ribu per bulannya. Nilai ini sebenarnya relatif kecil dibandingkan perjuangan dan kiprah meraka dalam menyiapkan anak-anak untuk menjadi generasi terbaik di masa yang akan datang. Memang patut disayangkan, baik peraturan nasional maupun daerah, belum ada yang mengatur untuk gaji mereka sehingga yang memungkinkan adalah Dana Transportasi tersebut.
Dan baru Tahun 2009, Pemkot Surabaya mulai mengalokasikan anggaran untuk operasional PPT (Pos PAUD Terpadu), termasuk APE dan transport para Bunda PAUD. Kini, tercatat puluhan badan usaha milik negara dan swasta baik dari dalam maupun luar negeri telah menjalin kerjasama dengan PPT dalam berbagai bidang. Karenanya kemudian kota Surabaya meraih predikat Kota Layak Anak tingkat nasional berturut-turut tahun 2011 dan 2012.
Memang kita pun patut berbangga bahwa pemerintah kota Surabaya sudah berupaya memberikan dukungan program dan fasilitasi ke beberapa BUMN dan Swasta. Namun, jika melihat fakta lapangan, dengan melihat tugas Bunda PAUD yang berat namun banyak dari mereka belum tersertifikat, transport yang seadanya, gedung dan sarana prasarana beberapa PAUD yang belum memadai, sudah seharusnyalah semua pihak (tidak hanya pemerintah kota dan DPRD) terpanggil untuk berperan dalam Pendidikan Anak Usia Dini ini.
Jika kita adalah orang yang bekerja di sebuah perusahaan, doronglah perusahaan kita agar ada program CSR untuk Pendidikan Anak Usia Dini. Jika kita adalah lembaga sosial, bersinergilah kita dengan pemerintah untuk mendukung program-program PAUD, khususnya Bunda PAUD, mungkin ada alokasi untuk mereka. Dan jika kita secara pribadi, siapapun kita, yang terpanggil untuk peduli terhadap masa depan bangsa kita, maka datangilah PPT sekitar kita, berikan sebagian rezeki kita untuk mereka khususnya untuk bunda-bunda PAUD kita yang secara sukarela mendidik anak-anak kita. InsyaAllah Barakah bagi kita semua.