Apabila Anda tengah menghadapi berbagai kesulitan, rintangan, cobaan, ataupun ujian seberat apa pun, cobalah untuk membandingkannya dengan apa yang dialami sebuah boneka shaolin. Dijamin, Anda akan “disuntik” oleh kekuatan dahsyat yang baru.
Dikisahkan di sebuah desa yang terpencil hidup seorang nenek tua renta bersama cucunya yang baru beranjak remaja. Orangtua sang cucu ini telah meninggal dunia karena kecelakaan. Karena tak punya sanak saudara yang lain, cucu ini mau tak mau tinggal bersama sang nenek. Padahal, bisa dibilang sang nenek hanya mendiami sebuah gubuk yang sudah reyot. Keadaan ekonominya sangat pas-pasan.
Setiap hari sang nenek bekerja mengumpulkan ranting pohon yang berjatuhan di hutan dekat tempat tinggal mereka. Hasil penjualan ranting itu hanya cukup untuk makan sekali sehari untuk mereka berdua. Sungguh keadaan yang tidak mengenakan. Hingga suatu hari sang nenek jatuh sakit karena memang ia sudah sangat tua. Si cucu yang sangat mengasihinya merawat sang nenek dengan penuh kesabaran. Ia bekerja serabutan asalkan bisa memenuhi kebutuhan ala kadarnya.
Akhirnya di saat sang nenek merasa waktunya hampir tiba meninggalkan dunia ini, ia sangat bersedih karena tidak bisa mewarisi apa pun bagi cucunya kelak. Ia mengkhawatirkan hidup si cucu apabila dirinya meninggalkannya sebatang kara. Tapi, apa yang bisa dilakukannya?
Beberapa jam kemudian, sang nenek akhirnya menghembuskan napas terakhirnya. Sebelum menutup mata untuk selama-lamanya, ia sempat menyelipkan gulungan kertas kumal ke tangan sang cucu. Pesannya, “Bacalah surat ini baik-baik.”
Sang cucu sangat sedih karena ditinggal neneknya. Ia merasa kesepian dan merasa sebatang kara. Ia terombang-ambing dalam hidup yang tidak pasti. Di tengah keputusasaan itu, ia sempat berniat untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Lalu, tiba-tiba ia teringat akan pesan sang nenek. Akhirnya, dibukanya gulungan surat itu.
“Cucuku tersayang, saat kamu baca surat ini, berarti nenek sudah tidak ada lagi di dunia ini. Nenek juga sebenarnya berat meninggalkanmu dalam keadaan susah seperti ini, tapi ini sudah takdir. Nenek tidak punya harta yang bisa diwariskan padamu. Nenek minta maaf karena tidak bisa memberikan yang terbaik sampai detik terakhir. Kamu jangan bersedih. Nenek tahu hidup kamu susah. Tapi, kamu jangan sampai putus asa karena hidup harus terus berjalan. Nenek hanya punya sebuah warisan untukmu. Warisan ini nenek beli untuk dihadiahkan kepada kamu dan ada di dalam gubuk dengan bungkusan yang besar.”
Dengan buru-buru, sang cucu mencari dan membuka bungkusan itu. Isinya adalah boneka shaolin. Tapi, ia tak paham maksud neneknya. Ia lalu melanjutkan membaca surat sang nenek.
“Nenek memberi boneka shaolin ini agar kamu bisa menjadi seperti dirinya. Lihatlah boneka itu dan cobalah pukul sekuat-kuatnya.”
Sang cucu melakukan seperti yang dikatakan neneknya. Pukulan pertama sang cucu membuat boneka itu terombang-ambing. Lalu sesaat kemudian, boneka itu berdiri tegak seperti semula. Pukulan demi pukulan selanjutnya yang dihantamkan sang cucu ke boneka itu tetap sama hasilnya. Boneka itu tetap tak mau jatuh. Sang cucu membaca kembali isi surat itu.
“Lihatlah boneka itu, ia akan tetap berdiri tegar meskipun dipukul berkali-kali. Ia tidak pernah terjatuh. Ia tetap sabar menerima pukulan dan sebanyak itulah ia akan tetap berdiri, tanpa pernah menyerah. Cucuku, hidup terkadang sulit. Nenek hanya mengharapkan kamu agar tidak menyerah. Ketika kamu jatuh dan putus asa, lihat kembali boneka ini. Kamu harus tetap berdiri. Ketika pukulan dan hantaman datang bertubi-tubi, sebanyak itulah kamu harus bertahan dan tetap bangkit. Saat kamu bertekad untuk tidak pernah menyerah, maka orang lain yang akan menyerah dan saat itulah kamu akan menang.
Hidup kamu sekarang memang susah. Tapi, jika kamu tidak pernah mau menyerah, hidup kamu pasti akan berubah. Saat itulah nenek akan bangga melihat kamu. Meskipun kamu seorang diri, jangan takut. Nenek akan selalu melihat dan menemanimu. Lakukan apa yang harus kamu lakukan dan jadilah seorang yang bermental seperti boneka shaolin itu. Meskipun kamu miskin, kamu harus memiliki mental seorang pemenang. Suatu saat nanti kamu pasti akan tahu maksud nenek. Semoga wasiat dan warisan dari nenek bisa mengubah hidup kamu.”
Setelah selesai membaca surat itu, sang cucu tertunduk malu. Ia merasa begitu bodoh karena sempat terpikir untuk bunuh diri. Sejak saat itu, ia berubah menjadi seseorang yang bermental baja. Dengan bekal boneka shaolin itu, ia menjadi pribadi yang pantang menyerah hingga akhirnya meraih sukses luar biasa. Pemuda putus asa kini menjadi sang juara sejati.
Luar biasa!
Sumber : www.andriewongso.com
Januari 24, 2012 @ 12:16 pm
Siapa dia yaa? inspiring, suwun