“Partai Berasas Islam, Partai tidak semata-mata digunakan sebagai alat untuk meraih dan merebut kekuasaan. Tapi, bagaimana dengan kekuasaan yang diraih itu rakyat tidak menjadi korban, dan kekuasaan menjadi amanah untuk melayani masyarakat.”
(Majalah Biografi Politik Edisi Khusus)
“Kalau Anda Yakin kepada kami, bergabunglah bersama kami. Kalau anda ragu tentang kami, pelajarilah kami. Kalau anda benci kepada kami, kami akan tetap perjuangkan aspirasi Anda.” Kata-kata itu menghiasi spanduk yang terpampang di lapangan Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, saat deklarasi Partai Keadilan (PK) berlangsung pada 9 Agustus 1998. Puluhan ribu simpatisan dan pendukung hadir menyemarakkan deklarasi yang tertib dan teratur. Sebagian besar dari mereka adalah kalangan muda, muslim modernis, yang kelak menjadi inti pendukung kekuatan Partai Keadilan sejahtera (PKS).
PKS: Partai Kader yang reformis
PKS memandang penting membina keluarga yang sakinah, agar terbentuk masyarakat yang baik dan Negara yang sejahtera. PKS mengajarkan bagiamna berpolitik yang santun. Bagaimana partai tidak semata-mata digunakan sebagai alat untuk meraih dan merebut kekuasaan. Tapi, bagaimana dengan kekuasaan yang diperebutkan dan diraih itu rakyat tidak menjadi korban, dan kekuasaan menjadi amanah untuk melayani masyarakat dan memperjuangkan kepentingan public.
Mungkin itulah sebabnya, Dr. Ken Miichi, guru besar dan pengamat internasional dari Universutas Kyoto, Jepang, saat diwawancarai oleh wartawan The Jakarta Post berkomentar,” They practice democracy. They are totally different from fundamentalist. Demonstrations by Partai Keadilan Sejahtera are very Peaceful and about half of the demonstrations are women. So this is a significant movement, and very different form past islamicmovement. (Jakarta Post, 21 September 2002).
Atau Komentar Greg Burton, Dosen senior Universitas Deakin, Australia, yang dikutip Media Indonesia, 19 Februari 2004. Greg mengatakan “PKS kelihatan bersih, sederhana, canggih dalam khazanah pemikiran dan metode pendekatan. Yang lebih penting lagi, PK Setelah tumbuh pola perekrutan kader berasaskan kepemimpinan yang didasarkan atas prestasi, bukan jenis kelamin maupun keterikatan etnis dan politis. Antara lain dengan kesempatan yang diberikan PKS kepada kaum muda lebih banyak tampil membuktikan diri. Itu belum terjadi dipartai-partai lain. Ini salah satu kelebihan PKS.”
Pilihan nama Keadilan adalah sunnah kauniyah, yang menjadi ciri alamiah segala sesuatu. Diatas prinsip itulah Allah menciptakan langit dan Bumi. Keadilan membuka jalan bagi nilai-nilai kebenaran, kebaikan, keindahan, dan kebahagiaan hidup. Dengan keadilan, kita bisa menebarkan rasa aman dan membebaskan manusia dari semua bentuk intimidasi dan rasa takut. Keadilan menjamin distribusi kekayaan Negara secara proprsional, memberi peluang kerja dan berusaha secara merata. Keadilan menjadikan hukum berada diatas penguasa dan rakyat. Keadilan menjamin bekerjanya mekanisme control social secara efektif.
Untuk mewujdukan cita-cita itu, kader PKS diarahkan untuk memiliki tujuh karakteristik dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Yakni Moralis, professional, patriotic, moderat, democrat, reformis, dan independen.
Dalam keyakinan PKS, menegakkan keadilan merupakan jalan menuju masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik. Keadilan itu harus bisa diwujudkan dalam semua bidang: ekonomi, politik, hokum, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, lingkunganhidup. Pemerintahan daerah, kepemudaan, seni budaya, penerangan, kewanitaan, kesehatan, dan social. Itu semua terangkum dalam program PKS.
Kekuatan Moral
Salah satu citra kuat yang melekat pada kader PKS adalah bisa menjadi kekuatan moral untuk melawan budaya korupsi yang sudah mendarah daging dalam laku sebagian anak bangsa. Begitu banyak cerita bagaimana kader PKS yang ada di legislatif tahan sogok, tidak larut dalam permainan politik, selalu menjaga moral dan integritas intelektual.
PKS telah mencitrakan diri sebagai partai moral yang cukup diperhitungkan sejak pemilu 2004 berhasil dilaluinya dengan meraup suara 7,5%. PKS berhasil mengubah citra umum masyarakat bahwa politik uang bukanlah segalanya. Bahwa modal dan uang bukanlah cara jitu untuk meraih simpati.
Citra PKS sebagai partai moral bagi banyak pengamat dipandang sebagai nilai lebih partai ini, Bahkan dengan citra ini, PKS tidak hanya mampu meraih simpati kelompok kritis dan kalangan terdidik perkotaan, tapi juga masyarakat umum.
Prof. Arif Budiman, mengatakan simpatinya atas sikap kader PKS. “Saya sangat simpati dengan PKS terutama mengenai idealism dan praktik kejujuran dan keprofesionalannya.
Terbuka dan Solid
PKS dinilai partai yang solid. Tidak ada konflik internal yang berarti. Ini bisa dilihat dari pengurusnya yang ada. PKS itu partai bersih, peduli, professional. Diantara konsekuensi dari partai professional adalah teruka, Diantara terbuka, maknanya pertama terbuka berdialog dengan siapapun. Kedua, terbuka ketika memahami ada pemahaman yang lain.
Kader yang simpatik
Menyatakan dirinya sebagai partai kader, PKS juga mampu menampilkan dirinya dengan citranya sebagai partai yang disiplin tinggi dan bersih. PKS juga unggul dalam hal kemampuan kadernya untuk meraih hati calon pemilihnya.
“Saya tak ada urusan dengan ideologi yang dianut PKS, tapi melihat dedikasinya saja sudah menimbulkan simpati Itulah yang menjadi pangkal kedekatan dengan konstituen. Kalau dilihat dari substansinya, partai yang lain juga punya hal yang sama, paling fundamental adalah Al Quran dan Hadits. Tapi, cara menawarkan mereka berbeda. PKS sangat simpatik,” ujar Marsilam Simanjutak, mantan menteri Sekretaris Kabinet di era Presiden Abdurahman Wahid.
Kesigapan kader PKS, juga menjadi nilai tambah bagi PKS. Kesigapannya dalam kegiatan social mengakar rumput melalui bakti sosial dan organisasi kemanusiaan. Meningkatnya keterlibatan PKS dalam aksi social dan budaya tak bisa diragukan menjadi bagian penting yang ikut membentuk citra PKS.
Sumber : http://pks-jatim.org
Oktober 21, 2008 @ 1:26 pm
saya sebagai kader, merasa bangga terhadap kinerja pks…bagi mansyrakat indonesia anda semua harus yakin kepada pks..pks akan membuat bangsa ini maju.tidak hanya umat slam yang akan merasakannya namun semua agama, suku bangsa akan merasakan kebaikan,
Oktober 25, 2008 @ 8:08 pm
Semoga perjuangan kader2 PKS tidak hanya berhenti pada keunggulan moral saja. Indonesia tidak bisa hanya berharap pada keunggulan moral semata. PEningkatan kualitas kinerja juga diupayakan. Semoga menjadi lebih baik dari sebelumnya. dan dapat dirasakan keberadaannya…
Sukses buat PKS…