Acara nonton bareng Euro 2008 di DPC Kenjeran diadakan sebanyak 3 kali, pada babak perempat final sekali bertempat di Kedinding Lor Gg III, semi final 2 kali, tanggal 25 bertempat di Tambak Wedi Baru Gg 11 persisnya didepan rumah bapak Ridwan, tokoh masyarakat simpatisan PKS, sementara pada tanggal 26 dilaksanakan di Tanah Merah IV, daerah yang belum terjamah sama sekali sebelumnya. Di acara Final, DPC mampu melaksanakan acara NOBAR begitulah istilah bekennya, di 2 lokasi yang berbeda, Tanah Merah 4 dan di persimpangan antara Sidotopo Wetan Baru VA dan VB, Randu Barat Gg VII dan Kedung Mangu Selatan Gg VII, persisnya didepan rumah Jasuli, ketua DPC Kec. Kenjeran.
Acara NOBAR ini tidak hanya nonton Euro saja, sebelum nonton sepak bola dumulai, panitia memutarkan film. Film-film yang diputarkan terlebih dahulu ditawarkan kepada penonton, kira-kira film apa yang lebih disukai, moyaoritas penonton minta diputarkan film ayat-ayat cinta, “Saya pingin banget nonton Ayat-ayat Cinta, mau ke Biskop gak punya uang, ya..mompung ada yang gratisan tak nonton aja”, begitu celetuk ibu Halimah warga jl. Randu Barat Gg VII yang saat itu ikut berjubel memadati tempat acara nonton bareng.
Disamping pemutaran film, setengan jam setelah pemutaran film dan sebelum pertandinagn dimulai, diputarkan profile PKS dan foto-foto kegiatan PKS, “Ini dalam rangka mengenalkan PKS lebih jauh kepada masyarakat” kata Jasuli ketua DPC Kec. Kenjeran
Kisaran jumlah peserta yang ikut dalam NOBAR antara 70 sampai 150 orang per-sekali pemutaran, “Jumlah ini kalau dihitung antara bapak-bapak dan ibu-ibu, ibu-ibu biasanya hanya nonton film, sementara bpk-bapk banyak yang hanya nonton sepak bolanya saja” demikian diungkapkan Rahmat selaku penangung jawab acara Nonton Bareng DPC Kenjeran.
Disela-sela acara nonton bareng ini, panitia menyiapkan beberapa doorprize, berupa payung PKS, jam dinding PKS, kaos PKS, topi PKS dan sarung, siapa yang bisa menjawab pertanyaan, dialah yang berhak mendapatkan doorprize. Pertanyaannya seputar PKS, semisal apa kepanjangan PKS, siapa mantan presiden PKS pertama kali yang sekarang menjadi ketua MPR RI dll. Dari pertanyan yang gampang itupun masih sedikit yang bisa jawab. “Pertanyaan ini sengaja kita lontarkan, tidak lain ingin mengetahui sejauh mana masyarakat mengenal PKS”, tegas Jasuli