SURYA Online, SURABAYA – Ancaman Pemkot Surabaya yang akan mengambil alih pembangunan dan pengelolaan Pasar Turi jika 14 Oktober 2014 belum selesai disikapi serius pelaksana proyek. Bahkan, pengerjaan pembangunan Pasar Turi dipastikan selesai pada tanggal yang telah ditentukan.
Direktur Utama PT Tata Bumi Raya, Jamhadi mengatakan, pihaknya selain berusaha keras menyelesaikan pembangunan Pasar Turi juga selalu berupaya. Ini dilakukan agar tidak ada kendala sehingga bisa menunda penyelesaian pembangunan.
“Sudah cukup banyak yang kami lakukan, dengan adanya warning dari Bu Risma tentu membuat kami lebih tertantang untuk segera menyelesaikan pembangunan,” kata Jamhadi, Selasa (9/9/2014).
Dijelaskan Jamhadi, sebetulnya banyak faktor yang diluar perkiraan terjadi dalam penyelesaian pembangunan Pasar Turi. Mulai dari persoalan pengiriman barang impor hingga administrasi di bea cukai. Dan hal itu ternyata cukup menggangu dan menghambat penyelesaian.
“Salah satu contoh barang keramik yang kami datangkan dari luar negeri sudah dua bulan tertahan di bea cukai, itu ternyata karena importir belum melunasi pembayaran,” ujar Jamhadi.
Hambatan seperti itu, menurut Jamhadi, diluar prediksi. Karena semua pembiayaan untuk mendatangkan barang telah diserahkan ke importir. Karena bagaimanapun, seharusnya bila semua biaya administrasi telah dilunasi maka pengiriman barang waktunya bisa sesuai yang ditargetkan.
Mengenai stan Pasar Turi, dikatakan Jamhadi, yang untuk pedagang lama sebanyak 3.800 stan sudah selesai dibangun pada Oktober nanti. Dimana penyelesaian stan untuk pedagang lama tersebut yang sesuai perjanjian antara Pemkot Surabaya dengan Investor. Sedangkan untuk 1.000 stan yang dijual komersial diluar perjanjian karena masuk dalam perjanjian jual beli antara investor dengan pembeli stan.
“Kami optimis, apabila stan yang dimaksud harus selesai tanggal 14 Oktober itu diperuntukkan bagi pedagang lama pasti bisa selesai. Tapi untuk pembeli stan komersial sesuai perjanjian akhir Desember selesainya,” tutur Jamhadi