SURABAYA (Surabaya Pagi) – Kabar tak sedap menerpa DPRD Kota Surabaya. Di tengah panasnya tarik ulur pembahasan R-APBD 2015, gedung legistaif di jalan Yos Sudarso itu dihebohkan dengan ditangkapnya salah seorang staf Sekretariat DPRD (Sekwan) bernama Nuri alias Subagyo. Pria berusi 38 tahun itu ditangkap anggota Reskrim Polsek Genteng di Jalan Ketabang Kali, tak jauh dari gedung Dewan. Polisi menemukan narkoba jenis sabu di helm Subagyo.
Informasi yang dihimpun Surabaya Pagi, Selasa (12/8), ditangkap lima polisi saat dalam perjalanan pulang dari gedung DPRD Surabaya, Senin (11/8) malam sekitar pukul 19.00 WIB. Sebelum penangkapan, Subagyo dikabarkan telah diawasi sejak berada di gedung dewan. “Informasi yang beredar di teman-teman, dia (Subagyo, red) ditangkap karena memiliki sabu-sabu. Tapi informasi yang kami dapat saat dites urine negatif,” ucap sumber di internal dewan.
Saat digeledah polisi, lanjutnya, sabu itu tersimpan di dalam sedotan yang dimasukkan ke dalam helm. Namun sumber ini menyangkal jika Bagio ini pemakai atau pengedar narkoba. Sebab, Bagio selama ini dikenal pendiam dan tak pernah neko-neko. “Saya kira, dia (Bagio) ini korban jebakan. Jadi mungkin ada yang sengaja menyetting penangkapan tersebut,” duga sumber ini.
Kini, Nuri yang sebelumnya dinas di bagian protokoler ini disebut-sebut ditahan di Polsek Genteng. Sayangnya, pejabat di Polsek Genteng tak ada yang memberi keterangan resmi. Saat Surabaya Pagi hendak mengonfirmasi ke Kanit Reskrim Polsek Genteng Iptu Iwan Dwi Poerwanto, Selasa (12/08) sekitar pukul 16.00 Wib, dia tidak berada di ruangannya. “Pak Kanit sedang dinas luar mas. Silahkan kalau mau ditunggu,” papar seorang petugas. Dihubungi via ponselnya berkali-kali, tidak aktif.
Begitu pula saat menanyakan Kapolsek Genteng Kompol Roman Smaradhana Elhaj. Staf di sana menyatakan Kapolsek sedang cuti untuk dua hari. Kabarnya dia sedang ada keperluan di Jakarta. Meski begitu, kabar penangkapan ini membuat heboh kolegannya yang berkerja di DPRD Surabaya. Mereka kaget lantaran selama ini Subagyo rajin dalam berkerja. “Saya kaget karena dia orangnya tidak pernah neko-neko dan pekerja keras, dan bisa dikatakan roh-nya staf Sekwan ya Nuri itu,” tegas rekan Subagyo.
Diceritakan, Subagyo dalam berkerja tidak banyak bicara, bahkan setelah sampai di kantor pagi hari langsung menghadap komputer di ruangannya sampai jam kerja selesai. “Dia orangnya cerdas dan lebih banyak diam. Waktu bagian yang sama dia selalu memberi motivasi temannya dalam berkerja dengan mengeluarkan ide yang dapat memecahkan masalah. Tapi gak tahu lagi setelah dipindah di bagian umum oleh Sekwan, kita jarang komunikasi lagi,” paparnya.
Ketua DPRD Kota Surabaya, M Machmud mengaku pihaknya belum mendengar kabar penangkapan staf Sekwan tersebut. Namun jika terbukti benar ada pegawai di DPRD Surabaya terlibat kasus narkoba, dia minta polisi memproses kasus itu dengan serius. Machmud membantah jika general check up yang dilakukan kemarin terhadap anggota dewan berkaitan dengan kasus tersebut. “Saya sendiri tidak akan menoleransi apapun bentuk pelanggaran pegawai atas kasus yang mencoreng muka DPRD,” tegasnya.
Terpisah, Kepala Inspektorat Kota Surabaya Sigit Sugiharsono mengaku belum mendapat informasi terkait diringkusnya salah satu PNS Pemkot itu dalam kasus narkoba. Namun begitu, pihaknya akan menindaklanjuti jika memang ada PNS yang terlibat. Saat ini, pihaknya menunggu laporan dari pihak kepolisian. “Kalau nanti terbukti PNS tersebut terlibat dalam kasus narkoba, maka sanksinya pemecatan,” tandas Sigit. n bi/bkr