SURYA Online, SURABAYA – DPRD Surabaya dipastikan akan menyelesaikan pembahasan RAPBD 2015 pada hari terakhir masa kerja. Ini setelah adanya penjadwalan ulang pembahasan APBDP 2014 dan target penyelesaian pembahasan RAPBD 2015 pada tanggal 22 Agustus 2014.
Ketua DPRD Surabaya, Mochammad Machmud mengatakan, penjadwalan ulang pembahasan anggaran keuangan dilakukan untuk APBDP 2014 dan RAPBD 2015. Dan penjadwalan ulang bukan semata atas surat dari FPDIP melainkan juga hanya komisi B saja yang telah melakukan pembahasan APBDP 2014.
“Untuk tiga Komisi lain belum sempat melakukan pembahasan sehingga belum memberi laporan ke Badan Anggaran DPRD. Maka dari itu kita tunda sehari penyelesaian pembahasan APBDP 2014,” kata Machmud, Minggu (10/8/2014).
Dijelaskan Machmud, sebelumnya dijadwalkan pembahasan APBDP 2014 di komisi selesai pada 14 Agustus 2014. Dan dilakukan jadwal ulang diselesaikan menjadi tanggal 15 Agustus 2014. Sedangkan untuk RAPBD 2015 akan dibahas berikutnya sampai tanggal 22 Agustus 2014.
“Jadi DPRD Surabaya akan membahas APBDP 2014 dan RAPBD 2015 sampai tuntas sebelum tugas berakhir. Dan itu bentuk tanggung jawab menjalankan amanat rakyat Surabaya,” tandas Machmud.
Anggota DPRD Surabaya Optimis akan mampu menyelesaikan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPBD) tahun 2015 sebelum masa jabatan berakhir. Ini setelah dalam pekan ini Komisi-komisi DPRD Surabaya bisa menuntaskan pembahasan APBD Perubahan tahun 2014.
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Surabaya, Irwanto Limantoro mengatakan, rencananya pembahasan RAPBD tahun 2015 yang mencapai sekitar Rp 7,076 Triliun itu akan mulai dilakukan Komisi-komisi pekan depan. Dan dalam kurun waktu dua hari pembahasan RAPBD 2015 yang diajukan Pemkot Surabaya bisa diselesaikan.
“Kita optimistis akan dapat menyelesaikan tugas tersebut meski harus rela pulang malam,” kata Irwanto Limantoro.
Hal sama disampaikan anggota Fraksi PKS DPRD Surabaya, Alfan Khusaeri. Menurutnya, pembahasan RAPBD 2015 pada intinya sama dengan pembahasan APBD seperti biasa setiap tahunya. Apalagi sekarang ini nomenklatur dalam RAPBD tahun 2015 lebih mudah dipelajari menggunakan sistem komputerisasi.
“Dengan demikian, kita bisa lebih cepat mempelajari beberapa mata anggaran yang dinilai penting sehingga perlu dilakukan pembahasan,” kata Alfan Khusaeri.
Oleh karena itu, ungkap Alfan Khusaeri, pihaknya optimistis akan mampu menyelesaikan pembahasan RAPBD tahun 2015 dengan cepat. Apalagi waktu yang tersedia bagi anggota DPRD Surabaya sekarang ini semakin sempit sehingga menuntutnya untuk bekerja lebih keras dan intensif menjelang purna bakti.
“Untuk itulah, kita siap menjalankan tugas membahas RAPBD 2015 dengan baik,” tutur Alfan