Jawa Pos Surabaya – Praktik pos pelayanan terpadu (posyandu) bagi kaum lanjut usia dipersoalkan. Kalangan DPRD Surabaya menerima banyak laporan terkait dengan pemberian makanan tambahan bagi kaum sepuh tersebut yang tidak tepat sasaran.
“Saya minta pemkot menertibkan pemberian bantuan makanan. Banyak yang tidak sesuai dengan alokasi anggaran yang diberikan,” kata anggota Komisi D DPRD Surabaya Fatkur Rohman.
Dia mengungkapkan, selama ini program pemberian makanan tambahan tersebut difokuskan untuk meningkatkan gizi kaum lansia di Surabaya. Pemkot mengalokasikan Rp. 7.500 bagi tiap lansia di Surabaya. Dana tersebut diberikan dalam bentuk makanan dan disalurkan secara langsung seperti susu, buah-buahan dan makanan bergizi lainnya. Dalam sepekan, mereka mendapat jatah makanan dua kali. Pelaksananya adalah posyandu lansia.
Namun, kata Fatkur, faktanya tidak demikian. Dia mendapat laporan penyelewengan dana tersebut. Misalnya, anggaran makanan tambahan untuk 100 orang ternyata hanya diberikan untuk 50 orang. Selebihnya dipakai untuk belanja kegiatan lain seperti seragam lansia dan kebutuhan lainnya. “Itu nggak boleh dilakukan, tak sesuai dengan nomenklatur anggaran,”ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu. Dewan berharap pemkot menyelidiki masalah tersebut dnegan teliti. Sebab, peluang penyimpangan semacam itu bisa terjadi di banyak kecamatan di Surabaya. “Harusnya ada tim pemantau khusus terhadap anggaran pemkot yang dikucurkan,”tambah Ketua Komisi D Baktiono. Dia menyatakan, bila pemberian makanan tambahan itu tidak tepat sasaran, tujuan alokasi dana untuk menyejahterahkan lansia bakal mubadzir.
Kepala Dinas Kesehatan Febria Rachmawati dalam rapat pembahasan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota di gedung dewan (14/5) berjanji mengusut masalah itu. “Saya akan lihat sejauh mana,” katanya.
Namun, selama ini yang dia ketahui bukan penyelewengan yang berlangsung. Misalnya ada 100 makanan yang dibelanjakan. Karena yang datang ke posyandu lansia hanya 50 orang, makanan tersebut hanya dibagikan kepada mereka yang datang. Adapun sisanya didistribusikan ke rumah warga sepuh tersebut secara langsung. (git/c17/1b)