DUTAonline, SURABAYA – DPRD Surabaya tidak mau berlarut-larut menyelesaikan susunan panitia pemilihan (panlih) Wakil Walikota (Wawali) Surabaya. Setelah sehari sebelumnya menentukan susunan panlih, kemarin (17/9), struktur panlih disahkan dalam rapat paripurna anggota DPRD Surabaya.
Whisnu Sakti Buana wakil ketua DPRD Surabaya yang memimpin rapat paripurna mengatakan, pengesahan Panlih Wawali sebagai tanda panlih mulai bisa bekerja menjalankan tugasnya, memilih Wawali yang selama ini kosong sejak ditinggal Bambang Dwi Hartono.
“Panlih dengan ini (pengesahan) bisa menjalankan tata tertib pemilihan wakil walikota,” ujar Whisnu kemarin.
Dengan disahkannya panlih, maka salah satu aturan tahapan Pilwawali Surabaya sudah dilakukan. Sesuai dengan tata tertib pemilihan, tugas panlih adalah menyiapkan surat suara dan bilik suara, verifikasi berkas dua calon Wawali, mempersiapkan teknis pemilihan, melaksanakan pencoblosan dan penghitungan suara.
“Setelah semua tahapan Pilwawali selesai, baru laporan ke pimpinan dewan tentang hasil pemilihan,” ungkapnya.
Whisnu yang juga salah satu calon Wawali bersama Saifuddin Zuhri berharap Panlih Wawali Surabaya dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan penuh tanggung jawab sesuai dengan tata tertib. “Ya semoga panlih bisa bekerja dengan tata tertib yang ada,” harapnya.
Dalam Panlih ini, Eddi Budi Prabowo dipercaya menjabat sebagai ketua, Fatkur Rohman Wakil Ketua, Sudirdjo sebagai sekretaris, dan emapt anggota lainnya, yakni Junaidi, Adi Starwijono, Moch Syaifi, dan Sudarwati Rorong.
Anggota panlih asal F-PDIP Adi Sutarwiyono mengaku, kesiapannya bekerja untuk Pilwawali Surabaya. Dia berprinsip, anggota panlih harus bekerja dengan mengedepankan azas musyawarah mufakat yang didasari semangat kolektif kolegial.
“Sehingga apapun hasil pemilihan nanti tidak berbicara soal siapa yang kalah dan yang menang tetapi lebih berbicara kepada konteks politik yang lebih besar,” ungkapnya.
Disinggung anggaran yang akan dipakai dalam Pilwawali Surabaya, Awi sapaan akrabnya, menjelaskan anggaran panlih masuk dalam panitia khusus (pansus), tidak bisa berdiri sendiri sesuai nomenklatur. “Cantolan dananya ya ke pansus, karena pansus mengayomi kinerja panlih,” katanya.
Sementara dua nama yang diusung FPDIP yakni Whisnu Sakti Buana dan Saifudin Zuhri masih belum ada perubahan meski sempat muncul wacana adanya pergantian nama. Namun hasil verifikasi yang akan dilakukan oleh panlih akan menentukan siapa yang dianggap layak untuk masuk dalam bursa Pilwawali Surabaya.
Agus Sudarsono Wakil Ketua Komisi C asal F-PG yang sempat memberikan interupsi di rapat paripurna terkait salah satu poin di tugas panlih dan diterima pendapatnya oleh sidang, mengatakan bahwa bola sekarang berada di panlih sepenuhnya.
“Kini tugas berat untuk pemilihan Wawalikota Surabaya telah sepenuhnya di tangan panlih, sedangkan pansus tinggal mengawal kinerja panlih yang telah dibentuknya,” ucap Agus.
Fatkur Rahman Wakil Ketua Panlih asal FPKS, mengatakan sesuai dengan rencana rapat perdana panlih akan digelar pada Jumat (20/9). Rapat pertama ini akan dipergunakan untuk menyamakan presepsi soal tatib diantara anggota panlih.
“Penyamaan persepsi sangat diperlukan karena kami bukan anggota pansus, setelah itu baru disusun jadwalnya,” terang Fatkur singkat. (azi)