beritasurabaya.net – Munculnya temuan anggota DPRD Surabaya atas permainan makelar surat keterangan tak mampu (SKTM) di lingkungan RSUD dr M Soewandhie, membuat pemkot harus berpikir serius. Tentu pemkot harus membuat pembenahan agar tak kecolongan data keluarga miskin (Gakin).
Dengan adanya makelar itu, menunjukan jika pengurusan SKTM mulai tingkat RT, RW sampai Kelurahan, masih lemah. Warga mampu yang diuruskan makelar itu justru tak terdeteksi di kampungnya. Ini kan sangat aneh karena tingkat RT dan RW tak bisa mendeteksi warganya yang Gakin atau tidak.
Anggota Komisi D DPRD Surabaya Fatkur Rohman mengharuskan agar pemkot memiliki database Gakin. Dengan adanya database yang bisa dikoneksikan ke seluruh jaringan di pemkot, akan memudahkan untuk mendeteksinya. Sehingga jika ada kucuran dana dari pemerintah untuk rakyat, tepat sasaran.
Namun yang saat ini lebih penting adalah, pemkot harus segera membuktikan permainan makelar SKTM itu. Jika terbukti, maka pelakunya harus ditindak tegas.
“Jika ini dibiarkan, pemkot yang rugi karena beban untuk Gakin semakin besar,” ungkap Fatkur. (ries/bsn)