Ketua Umum DPD Partai Keadilan Sejahtera Kota Surabaya, Fatkur Rohman, mendatangi segenap pengurus dan Tokoh masyarakat di RW 2 Kelurahan Ketintang Baru, Kecamatan Gayungan. Fatkur beserta rombongan yang terdiri dari Sekretaris DPD (Alfan Khusaeri), Bendahara DPD (M.Yamin) tiba di lokasi yaitu di rumah ketua RT 2, Bapak Sunarno.Spd, Rabu 5 Maret 2008, pada sekitar pukul 20.15 WIB.
Menurut Fatkur, kunjungan tersebut adalah dalam rangka Shilaturahim dan Tasyakuran atas terselesaikannya pembangunan paving di RT 2, RW 2 kelurahan Ketintang Baru. “Alhamdulillah, beberapa waktu yang lalu, beberapa kader dan simpatisan kita mempercayakan dana mereka untuk disumbangkan ke RT 2, RW 2 kelurahan Ketintang Baru dalam rangka pembangunan paving sepanjang 232 meter dengan lebar jalan 2,5 meter”, kata Fatkur.
Sumbangan PKS sebenarnya hanya sekitar 60 % dari total biaya yang dibutuhkan sedangkan yang 40 % dikumpulkan dari sumbangan warga sendiri. Warga sangat bergembira dan mengekspresikan rasa syukurnya dengan mengadakan tasyakuran di rumah bapak ketua RT 2, Sunarno, yang kebetulan juga menjadi ketua DPRa Ketintang Baru PKS Kota Surabaya.
Dalam kunjungan itu, rombongan PKS Kota Surabaya disambut langsung oleh Ketua RW 2 Kelurahan Ketintang Baru, Bapak Suwarto. Acara shilaturahim tersebut bahkan dihadiri segenap perwakilan RT, Staf RW dan juga tokoh masyarakat antara lain : Nanang (Ketua RT 1), Sunarno (Ketua RT 2), Budi (wakil ketua RT 2), Nugroho (Ketua RT 6), Setiyo Raji (FKPM RW 2), Aunurrofik (Kesos RW 2 dan pengurus Takmir), Sapto Windu (Ketua Karang Taruna RW 2), Dani (Ketua Pemuda RW 2), Siat Suroto (Sesepuh, Mantan ketua RT), Darmaji (Budayawan, staf RW), A.Sujak (Tokoh Masyarakat) dan beberapa tokoh masyarakat yang lain.
Acara Shilaturahim dipandu langsung oleh Ketua Wilda 4 PKS Kota Surabaya, Rachmad Wiyono, didampingi oleh ketua DPC Gayungan, Ahmad Hamid Arif. Acara diawali dengan paparan singkat terkait PKS Kota Surabaya oleh Fatkur Rohman.
“Ada dua kata yang senantiasa menjadi bingkai perjuangan kami di PKS, kelihatannya sederhana namun memiliki muatan yang cukup berat. Sebagaimana bapak sekalian pernah mendengarnya, dua kata itu adalah “Bersih dan Peduli”, mudah diucapkan namun sangat sulit dibuktikan, apalagi di zaman sekarang ini dimana politik senantiasa identik dengan sesuatu yang “kotor” dan penuh kepentingan”, Fatkur mengawali paparannya.
Selanjutnya, Fatkur menjelaskan apa arti “Bersih dan Peduli” dan menginformasikan bahwa sepulang dari mukernas di Bali, awal pebruari 2008 lalu, PKS bahkan menambah slogannya menjadi “Bersih, Peduli dan Profesional”. Fatkur menutup paparannya dengan sebuah harapan bahwa interaksi PKS dan masyarakat khususnya RW 2 Kelurahan Ketintang Baru tidak boleh berhenti hanya dengan tasyakuran, namun kiranya perlu dilanjutkan dengan aktivitas-aktivitas bersama yang lain, semoga kehadiran PKS di RW 2 semakin hari semakin bisa memberikan kemanfaatan bersama. InsyaAllah Aleg PKS, Ahmad Jabir, juga direncanakan akan berkunjung ke RW 2 dalam kurun waktu dua pekan setelah acara tasyakuran.
Setelah makan malam, tercatat ada beberapa masukan dari masyarakat RW 2 kepada PKS Kota Surabaya sebagai berikut :
- Suwarto (Ketua RW 2) : “Aleg sekarang perilakunya sering kurang berkenan. Masyarakat sekarang ingin tahu dan juga perlu bukti dari Partai-partai yang ada. Proyek-proyek Pemkot kayaknya juga tidak sesuai dengan Bestek, transparansi lemah.
- Nugroho (Ketua RT 6) : “Mungkin bisa disampaikan ke anggota legislatif atau pemkot agar mencarikan solusi untuk masyarakat ketintang baru khususnya di jalan Ketintang Baru 2, yang setiap pagi macet total. Mungkin terkait pengaturan jalan satu arah yang perlu dipertimbangkan lagi. Jalan Ketintang baru 4 juga mengalami permasalahan serupa, limpahan kendaraan dari ketintang raya dan juga dari arah SAMSAT semuanya masuk satu arah ke ketintang baru 4, kalau pagi, kita di jalan ketintang baru 4 tidak bisa kesulitan keluar rumah”
- Budi (pengurus RT 2, satu-satunya pengurus yang beragama Kristen) : “Saya salut dengan PKS, setiap ada bencana datang duluan. Menambah slogan “profesional” saya pikir pilihan yang tepat, banyak pejabat sekarang berijazah palsu, tidak profesional.Saya usul agar PKS menggulirkan program-program untuk pemuda, banyak perusahaan gulung tikar, lulus sekolah banyak yang bingung kerja dimana…”
- Darmaji (pengurus RT 2) : “Saya menaruh harapan ke PKS, semoga bisa memperhatikan kepentingan rakyat kecil. Minyak mahal, saluran air kampung sering masalah, banjir. Semoga PKS bisa memenangkan pemilu dan tetap memperhatikan kesejahteraan rakyat”
- Agus Fathoni (panggilannya : Nanang, RT 1) :”Kita masih kesulitan air untuk bak mandi, air sumur keruh, belum ada PDAM, katanya tidak ada saluran, bagaimana solusinya. Sarana Olah Raga RW juga belum ada, kita pingin buat Club Olah raga dan perlu dukungan sarana Olah Raga ”
- Setioraji (FKPM RW 2) : “Banyak yang belum tahu FKPM, Forum kemitraan polisi dan masyarakat. Di surabaya, FKPM belum masuk APBD, padahal di Jakarta sudah. Saya usul agar PKS, saksinya bisa profesional, banyak kendala di lapangan karena saksi tidak mengikuti proses perhitungan sampai akhir. Langsung minta tanda tangan PPS tanpa ngecek. Data yang tidak sama antar saksi sering memicu perhitungan ulang, saat seperti itu diperlukan ada data valid dari saksi”
- Siat Suroto (Sesepuh) : “PKS harus memperjuangkan kepentingan rakyat, walau mungkin gagal tapi tetap berjuang. Pedagang Kaki Lima harus diatur, kalau perlu ada lahan di RW yang khusus untuk mereka jikalau suatu ketika digusur karena memang mereka keliru dengan menempati tempat dipinggir jalan, sesuatu yang dilematis karena mereka juga butuh hidup”
- Aunurrofik (Seksi sosial, Ta’mir Masjid Baitul Makmur) :”Kita belum punya modin resmi, kita juga tidak punya Tenda Terop untuk orang yang ta’ziyah ketika ada yang meninggal.
- Sapto Windu (Ketua Karang Taruna RW 2) :”Jika ada program Olah rAga atau Pelatihan dari PKS, harap profesional. PKS harus juga punya program yang terkait dengan “agraris” dan “pendidikan yang murah”.
Acara selesai sekitar pukul 20.00 dan ditutup dengan ramah tamah dan doa yang dipimpin oleh Ust Aunurrofik. <Fat>